Abstrak


Pengaruh Pendampingan Terhadap Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Dan Kompetensi Bladder Training Di Rs Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta


Oleh :
Dhiani Budiati - S.54110812 - Pascasarjana

Latar Belakang : Pengalaman belajar klinik atau lapangan diperlukan untuk menumbuhkan dan membina kemampuan dan sikap profesional. Rumah sakit merupakan salah satu sarana penting untuk mengembangkan pengalaman belajar klinik. Proses pendampingan menetapkan, menjelaskan arah dan tujuan serta mengembangkan rencana kerja untuk mencapai tujuan, dan diberikan kemampuan untuk mengambil dan melaksanakan tanggung jawab setiap rencana kerja. Pengetahuan mahasiswa merupakan faktor penting yang harus diperhatikan, adanya pengetahuan mahasiswa ada keinginan, kemauan dan kemampuan mendapatkan pengetahuan yang benar dan dapat mengintrepetasikan materi tersebut secara benar pada kompetensi bladder training. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pendampingan dan demonstrasi terhadap pengetahuan mahasiswa keperawatan dan kompetensi bladder training. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan post test only control design. Populasi penelitian ini seluruh mahasiswa yang praktek di RS Ortopedi Prof.Dr. R.Soeharso Surakarta dari tanggal 28 September – 31 Oktober 2012. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kompetensi bladder training menggunakan ceklist. Data dianalisis dengan menggunakan Independent Samples t Test. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pendampingan dan demonstrasi terhadap pengetahuan mahasiswa keperawatan (t = 3,048 dan ? = 0,004). Ada perbedaan antara pendampingan dan demonstrasi terhadap kompetensi bladder training (t = 11,978 dan ? = 0,000). Simpulan : Pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa keperawatan dan kompetensi bladder training. Disarankan pada pembimbing klinik / clinical instructur (CI) agar melakukan pendampingan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa keperawatan dan kompetensi bladder training.