;

Abstrak


Proses Berpikir Siswa Dalam Pemecahan Masalah Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Ditinjau Dari Math Anxiety Dan Gender


Oleh :
Muhammad Irfan - S851108045 - Sekolah Pascasarjana

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mendeskripsikan: (1) Proses Berpikir Peserta Didik Smp Laki-Laki Yang Memiliki Math Anxiety Tinggi Dalam Memecahkan Masalah Matematika Sesuai Langkah-Langkah Polya, (2) Proses Berpikir Peserta Didik Smp Perempuan Yang Memiliki Math Anxiety Tinggi Dalam Memecahkan Masalah Matematika Sesuai Langkah-Langkah Polya, (3) Proses Berpikir Peserta Didik Smp Laki-Laki Yang Memiliki Math Anxiety Rendah Dalam Memecahkan Masalah Matematika Sesuai Langkah-Langkah Polya, (4) Proses Berpikir Peserta Didik Smp Perempuan Yang Memiliki Math Anxiety Rendah Dalam Memecahkan Masalah Matematika Sesuai Langkah-Langkah Polya. Jenis Penelitian Ini Adalah Penelitian Kualitatif Dengan Metode Studi Kasus. Pengambilan Sampel Dilakukan Dengan Gabungan Antara Teknik Purposive Sampling Dan Snowball Sampling. Subjek Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Sebanyak Empat Subjek Penelitian, Yaitu: Siswa Laki-Laki Yang Memiliki Math Anxiety Tinggi, Siswa Perempuan Yang Memiliki Math Anxiety Tinggi, Siswa Laki-Laki Yang Memiliki Math Anxiety Rendah, Dan Siswa Perempuan Yang Memiliki Math Anxiety Rendah. Instrumen Yang Digunakan Untuk Mengumpulkan Data Adalah Penggolongan Tingkat Kecemasan Belajar Matematika, Lembar Tugas Memecahkan Masalah Matematika, Dan Pedoman Wawancara. Uji Validasi Data Yang Digunakan Adalah Uji Triangulasi Waktu. Hasil Penelitian Menunjukkan: (1) Pada Saat Memahami Masalah, Merencanakan Pemecahan Masalah, Menjalankan Rencana Pemecahan Masalah, Dan Memeriksa Kembali Jawaban, Siswa Laki-Laki Yang Memiliki Math Anxiety Tinggi Menggunakan Proses Berpikir Reflektif, (2) Pada Saat Memahami Masalah, Merencanakan Pemecahan Masalah, Menjalankan Rencana Pemecahan Masalah, Dan Memeriksa Kembali Jawaban, Siswa Perempuan Yang Memiliki Math Anxiety Tinggi Menggunakan Proses Berpikir Reflektif, (3) Pada Saat Memahami Masalah Dan Memeriksa Kembali Jawaban, Siswa Laki-Laki Yang Memiliki Math Anxiety Rendah Menggunakan Proses Berpikir Reflektif, Sedangkan Pada Saat Merencanakan Pemecahan Masalah Dan Menjalankan Rencana Pemecahan Masalah, Subjek Melakukan Proses Berpikir Reflektif Dan Kreatif, Dan (4) Pada Saat Memahami Masalah Dan Memeriksa Kembali Jawaban, Siswa Perempuan Yang Memiliki Math Anxiety Rendah Menggunakan Proses Berpikir Reflektif, Sedangkan Pada Saat Merencanakan Pemecahan Masalah Dan Menjalankan Rencana Pemecahan Masalah, Subjek Melakukan Proses Berpikir Reflektif Dan Kreatif. Perbedaan Proses Berpikir Keempat Subjek Tersebut Pada Saat Merencanakan Dan Menjalankan Rencana Pemecahan Masalah. Siswa Yang Memiliki Math Anxiety Tinggi (Laki-Laki Dan Perempuan) Hanya Dapat Menggunakan Satu Metode Penyelesaian, Sedangkan Siswa Yang Memiliki Math Anxiety Rendah (Laki-Laki Dan Perempuan) Dapat Menggunakan Beberapa Metode Penyelesaian