Abstrak


Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas Hydrophila Pada Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Dengan Pemberian Ekstrak Etil Asetat Rimpang Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa)


Oleh :
Dina Selvia Sari - M.0407031 - Fak. MIPA

Pada budidaya ikan nila, berbagai penyakit dapat menggangu pertumbuhan dan produksi ikan. Aeromonas hydrophila adalah salah satu bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit pada ikan nila. Bakteri A. hydrophila menggunakan sistem quorum sensing sebagai pengontrol virulensinya terhadap organisme lain. Usaha pencegahan infeksi bakteri A. hydrophila yang cukup efisien adalah dengan menggunakan senyawa bahan alam yaitu rimpang temu ireng. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi optimal ekstrak etil asetat rimpang temu ireng yang dibutuhkan untuk mencegah infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan nila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perendaman. Ikan nila direndam dalam air yang telah dicampur bakteri Aeromonas hydrophila dan ekstrak etil asetat rimpang temu ireng dengan konsentrasi 0 ml/ L, 10 ml/L, 20 ml/L, 30 ml/L, 40 ml/L, 50 ml/L dan kontrol selama 90 menit. Pada akhir penelitian dilakukan pengamatan tingkah laku ikan setelah perendaman, reaksi ikan, morfologi ikan serta jenis dan serta perhitungan jumlah bakteri dalam air pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dapat dicegah dengan menggunakan ekstrak etil asetat rimpang temu ireng konsentrasi 40 ml/L. Selama perendaman, ikan nila akan mengalami stress, sering ke permukaan air, dan selanjutnya diam di dasar akuarium. Respon makan ikan nila menurun hingga 50 % setelah perendaman, namun setelah 2-3 hari dari waktu perendaman, nafsu makan akan pulih kembali.