;

Abstrak


Morfologi verba bahasa tobati di Jayapura Papua


Oleh :
Grace Janice Martha Mantiri - S111008007 - Pascasarjana

Penelitian ini berusaha mengkaji masalah-masalah yang mendasar sebagai berikut: Jenis-jenis morfem apakah pembentuk verba bahasa Tobati di Jayapura Papua? Bagaimana proses morfofonemik yang terdapat dalam proses pembentukan verba bahasa Tobati di Jayapura Papua? Bagaimana identitas verba hasil proses morfologi bahasa Tobati di Jayapura Papua? Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan jenis-jenis morfem pembentuk verba bahasa Tobati di Jayapura Papua, (b) menjelaskan proses morfofonemik yang terdapat dalam proses pembentukan verba bahasa Tobati di Jayapura Papua, dan (c) mendeskripsikan identitas verba hasil proses morfologi bahasa Tobati di Jayapura Papua. Pada proses penelitian ini, digunakan beberapa teori mendasar yang dijadikan pijakan dalam menganalisis data penelitian ini. Teori-teori tersebut antara lain: (1) teori tentang siasat pengafiksasian menurut konsep Verhaar (2010:126); (2) teori ciri morfologis verba seperti kala, aspek, persona atau jumlah menurut Kridalaksana (2008:254); (3) teori morfem akar menurut Katamba (1993:45); serta (4) teori rujuk silang atau persesuaian menurut konsep Verhaar (2010:207). Untuk menjawab persoalan sebelumnya, maka dikumpulkan data berupa kalimat-kalimat yang di dalamnya mengandung verba. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari penutur asli bahasa Tobati yang tinggal di sekitar Teluk Jayapura. Dengan demikian, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, metode cakap, dan metode kerja sama dengan informan. Selanjutnya, untuk menganalisis data, digunakan metode (a) metode padan dengan teknik referensial, dan (b) metode distribusional dengan teknik ganti, teknik sisip, dan teknik oposisi dua-dua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiks-afiks yang ada pada verba Bahasa Tobati di Jayapura Papua adalah afiks-afiks pemarkah subjek, objek, dan kala. Afiks subjek dan objek memiliki rujuk silang dengan persona subjek dan objek. Afiks-afiks pada verba tersebut dapat berupa : (1) prefiks subjek yaitu {t-}, {r-}, {m-}, dan {y-}; (2) sufiks kala yaitu {-tei} atau {-ei}, dan pelesapan fonem atau silabe; (3) sufiks objek yaitu {-rok}, {-ho}, {-i}, {-ni}, {-ten}, {-nu}, dan {-ric}; (4) kombinasi afiks yaitu {y- dan –tei/-ei}, {m- dan –tei/-ei}, {t- dan –tei/-ei}, {r- dan –tei/-ei}, {t- dan sufiks objek}, dan {r- dan sufiks objek}; (5) sufiks rangkap yaitu sufiks objek dan sufiks kala; (6) kombinasi afiks yaitu kombinasi prefiks subjek, sufiks objek, dan sufiks kala. Afiks yang berupa infiks tidak ditemukan dalam Bahasa Tobati. Dalam proses morfologi verba bahasa Tobati, sebagian besar afiks mengalami peristiwa morfofonemik. Afiks yang tidak mengalami proses morfofonemik adalah sufiks objek {-ten}. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa bahasa Tobati memiliki afiks subjek, objek, dan kala. Afiks subjek dan objek memiliki rujuk silang dengan persona subjek dan objek pada kalimat konteksnya. Pelekatan afiks-afiks tersebut mengalami proses morfofonemis, kecuali pada sufiks {-ten} yang tidak mengalami proses tersebut. Pelekatan afiks-afiks tersebut juga menghasilkan identitas leksikal yang sama, artinya afiks yang menyatu dengan akar verba menghasilkan verba pula. Kata kunci : bahasa Tobati, pembentukan verba, proses morfofonemik, prefiks subjek, sufiks kala, sufiks objek, rujuk silang.