;

Abstrak


Analisis teknik dan kualitas terjemahan kalimat tanya pada subtitle film sherlock holmes


Oleh :
Ika Oktaria Cahyaningrum - S130809008 - Sekolah Pascasarjana

Seiring dengan perkembangan perfilman yang semakin pesat maka tuntutan akan adanya terjemahan filmpun semakin tinggi. Penerjemahan subtitle pada film lebih banyak dinikmati karena tidak mengurangi kualitas dari keaslian film itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan jenis dan fungsi pragmatis kalimat tanya yang terdapat dalam teks bahasa sumber, mengidentifikasi teknik penerjemahan yang digunakan dan mengungkapkan dampak dari penggunaan teknik tersebut terhadap kualitas subtitle dari segi aspek keakuratan (accuracy), keberterimaan (acceptability), serta keterbacaan (readabilty). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif terpancang untuk kasus tunggal. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa dokumen yang berupa transkrip film Sherlock Holmes beserta teks terjemahanya (subtitle) dalam Bahasa Indonesia dan berupa informasi yang didapat dari responden atau rater. Pengumpulan data dilakukan melalui identifikasi teknik dan kualitas dari pengkajian dokumen, penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam. Pemilihan sampel data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data. Model analisis sesuai dengan model analisis etnografi yang diusulkan oleh Spradley. Hasil analisis menunjukkan terdapat tiga jenis kalimat tanya yaitu WH question (51,23%), yes-no question (46,28%), dan alternative question (2,47%). Sebagian besar fungsi pragmatis kalimat tanya pada subtitle tersebut adalah sebagai rhetoric question dengan prosentase sebesar 56,19% karena tidak saja untuk menanyakan sebuah informasi semata akan tetapi juga memiliki fungsi untuk mengungkapkan rasa emosional yang lain. Terdapat 11 teknik yang digunakan dalam menerjemahkan kalimat tanya pada subtitle film Sherlock Holmes dengan urutan panggunaan teknik sebagai berikut: teknik literal (29,75%), transposisi (16,52%), linguistik kompresi (9,09%), linguistik amplifikasi (8,26%), modulasi dan amplifikasi (7,43%), reduksi (6,61%), partikulasi (4,95%), peminjaman (4,13%), padanan lazim (3,30%), dan kreasi diskursif (2,47%). Dampak dari penggunaan teknik terhadap kualitas terjemahan dari nilai overall quality 2, 82 dengan nilai rata-rata keakuratan terjemahan 2, 74, keberterimaan 2, 88 dan keterbacaan 2, 98. Hal ini mengidentifikasi bahwa subtitle film ini memiliki kualitas keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan yang baik. Teknik penerjemahan yang memberikan kontribusi positif terhadap kualitas terjemahan untuk kalimat tanya jenis WH question adalah teknik linguistik amplifikasi, modulasi, partikulasi, peminjaman dan kreasi diskursif. Jenis kalimat tanya Yes-no question terdapat dua teknik yaitu teknik partikulasi dan peminjaman. Sedangkan untuk jenis kalimat tanya alternative question , keseluruhan teknik memberikan dampak positif pada kualitas terjemahan yang dihasilkan. Terdapat ketentuan-ketentuan dalam penerjemahan subtitling yakni berupa pembatasan waktu dan tempat. Adanya ketentuan tersebut, seringkali teknik penghilangan dan teknik penambahan menjadi solusi dalam menghasilkan subtitle yang singkat, padat atau bahkan bisa ditambahkan informasi-informasi agar lebih jelas dalam penyampaian pesannya. Di lain pihak, dampak penggunaan teknik ini juga dapat memberikan dampak negatif pada kualitas terjemahan. Dengan kata lain penerjemah dituntut agar lebih cermat lagi dalam menerapkan teknik-teknik tersebut, sehingga dapat menghasilkan terjemahan yang akurat, berterima dan mudah difahami Kata Kunci: subtitle, kalimat tanya, teknik penerjemahan, kualitas terjemahan, keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan.