Abstrak


Evaluasi Kinerja Pada Simpang Tak Bersinyal Mangkunegaran Kota Surakarta


Oleh :
Mochammad Bahtiar Dn - I 8209024 - Fak. Teknik

Volume lalulintas Kota Surakarta mengalami peningkatan setiap tahunnya yang diakibatkan bertambahnya jumlah kepemilikan kendaraan. Kemacetan pada simpang Mangkunegaran merupakan salah satu dampak dari pertumbuhan lalulintas yang cukup tinggi dan belum berfungsinya sistem lalulintas secara baik. Dengan memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalulintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dicoba untuk mengatasi dengan manajemen simpang dengan menggunakan manajemen simpang tak bersinyal dan simpang bersinyal. Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survey di lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder yang kemudian akan diolah dengan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan program Microsoft Excel 2007 untuk mengolah data lalulintas. Untuk simpang tak bersinyal dipakai USIG-1 dan USIG-2, sedangkan simpang bersinyal menggunakan KAJI (MKJI 1997). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa simpang Mangkunegaran memiliki nilai Derajat Kejenuhan (DS) = 1,15 sesuai dengan perhitungan simpang tak bersinyal yang disarankan oleh MKJI 1997. Oleh karena itu kemudian dilakukan alternatif dengan penggunaan lampu lalulintas menghasilkan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,81 pada pendekat Timur dan sebesar 0,75 pada pendekat Selatan, sehingga pemasangan lampu lalulintas merupakan alternatif terbaik dalam memecahkan masalah kemacetan pada simpang Mangkunegaran.