Abstrak


Analisis Network proses produksi pada penerbit dan percetakan CV. Harapan Baru Surakarta


Oleh :
Astrid Hanifah K. - - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Pelaksanaan proyek memerlukan perencanaan dan pengendalian yang baik terhadap semua kegiatan dapat terselesaikan tepat waktu dan efisien. Perencanaan bertujuan untuk menentukan tindakan-tindakan yang akan dilakukan di masa datang. Pengendalian mencakup pengawasan terhadap pekerjaan yang sekaligus dapat mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan dalam penelitian ini diambil proses produksi pembuatan Buku pada CV. Harapan Baru Surakarta. Perumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana urutan dan jaringan kerja dalam proses produksi , bagaimana jalur kritis dalam proses produksi, dan probabilitas penyelesaian proses produksi sesuai waktu yang telah ditargetkan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis network dengan metode PERT (Program evaluation and review technique) yang nantinya menjadi masukan bagi perusahaan dan melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian proyek agar lebih baik. Dari hasil analisis network diketahui jaringan kerja dan urutan kegiatan yang harus dijaga kontunitasnya yang juga merupakan jalur kritis yaitu Order (A), Persiapan naskah (B), Monotik (C), Compocaster (D), Page making (E), Layout (F), Repro (G), Doka atau kamar gelap (H), Plate making atau warna (I), Cetak (J), Finishing (K).dari analisis PERT diketahui bahwa kritis dari penyelesaian proses produksi pembuatan Buku adalah 235.58 menit. Sedangkan perusahaan menargetkan waktu penyelesaian selama 250 menit, dan probabilitas waktu penyelesaian dengan waktu yang ditargetkan sebesar 98.08 %. Dari penelitian pada proses produksi pembuatan Buku pada CV. Harapan Baru Surakarta dengan menggunakan analisis network dan PERT menunjukkan bahwa angka probabilitas kecil . hendaknya perusahaan menggunakan analisis network dan PERT dalam melakukan perencanaan dan pengendalian yang lebih baik. Untuk dapat mencapai waktu yang ditargetkan perusahaan dapat menambah karyawan dengan sistem lembur dan dapat menggunakan sistenm penyonggo.