;

Abstrak


Pengaruh Komunikasi Organisasi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Di Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru


Oleh :
Satya Candrasari - S23100801 - Sekolah Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui serta menjelaskan pengaruh variabel fungsi komunikasi organisasi dan tingkat motivasi kerja secara simultan dan parsial terhadap kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah fungsi komunikasi organisasi dan tingkat motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana di Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU? Sebagai acuan dalam penelitian ini menggunakan teori Redding dan Sanborn, dalam Muhammad (2005:65) yang menyatakan komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Alat ukur yang digunakan mengacu pada Sendjaja (1994) fungsi komunikasi organisasi adalah manfaat dari proses penyampaian dan penerimaan pesan yang bersifat informatif, regulatif, persuasif dan integratif. Mc. Donald (1950) menyatakan Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai Tujuan. Alat ukurnya menggunakan teori Abraham Maslow yang menyatakan Tingkatan Motivasi Kerja, yang terdiri dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan dan keselamatan, pemuasan kebutuhan sosial, kebutuhan esteem/penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Sementara itu, Bernardin dan Joyce (1993) menyatakan kinerja adalah suatu keluaran yang dihasilkan oleh karyawan yang merupakan hasil dari pekerjaan yang ditugaskan dalam suatu waktu atau periode tertentu. Alat ukur yang digunakan mengacu pada Nursalam (2007) pengukuran kinerja perawat pelaksana berupa pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, rencana tindakan/perencanaan, pelaksanaan tindakan/implementasi dan evaluasi tindakan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian survei, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner yang jawabannya bersifat persepsional sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana Rumah Sakit Dr. OEN SOLO BARU. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 responden yang ditarik dengan proportionate stratified random sampling. Model analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dengan bantuan program SPSS versi 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel fungsi komunikasi organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat sebesar 61,6% dan tingkat motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat sebesar 58,3%. Sedangkan secara simultan menghasilkan variabel fungsi komunikasi organisasi dan tingkat motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat sebesar 47,6%.