Abstrak


Analisis putusan hakim terhadap perkara dengan terdakwa anak di bawah umur yang melakukan pengulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Klaten No.40/Pid.Sus/2011/PN.Klt. dan Putusan Pengadilan Negeri Boyolali No.22


Oleh :
Khrisna Lintang Satrio Nugroho - E.0008179 - Fak. Hukum

Penelitian yang dilakukan penulis ditujukan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memutus perkara dengan terdakwa anak di bawah umur yang melakukan pengulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan serta komparasi putusan pengadilan dengan terdakwa anak di bawah umur yang melakukan pengulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian doktrinal bersifat preskriptif yaitu meneliti norma hukum dikaitkan dengan pertimbangan hakim dalam memutus perkara dengan terdakwa anak di bawah umur yang melakukan pengulangan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan kasus kemudian dianalisa sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan atas permasalahan yang diangkat. Untuk mendukung hal tersebut digunakan sumber data sekunder. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kesimpulan yang didapat bahwa pertimbangan hakim dalam memutus perkara dengan penjatuhan pidana pembinaan ditujukan sebagai wujud dari perlindungan bagi terdakwa anak tersebut. Pertimbangan hakim tersebut agar dengan pembinaan tersebut nantinya terdakwa menerima pelatihan bagi menyongsong masa depan terdakwa. Hal ini berkaitan terdakwa sudah berulang kali di pidana penjara tetapi tetap mengulangi perbuatannya. Untuk itu hukuman pembinaan bagi terdakwa dianggap cukup baik untuk memberikan perlindungan kepadanya dan untuk menyongsong masa depan. Komparasi dalam kedua putusan juga merupakan hak sepenuhnya dalam hakim untuk memutus perkara. Setiap hakim mempunyai pertimbangan hakim yang berbeda. Pemberian sangsi ditujukan demi masa depan terdakwa yang lebih baik. Kata Kunci : anak-anak, pengulangan tindak pidana, pencurian dengan kekerasan