Abstrak


Persepsi Mahasiswa Terhadap Pers Mahasiswa (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Persepsi Mahasiswa Terhadap Eksistensi Pers Mahasiswa Di Universitas Sebelas Maret Surakarta)


Oleh :
Rhesa Zuhriya Briyan Pratiwi - D0209071 - Fak. ISIP

Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2013. Keberadaan dan perkembangan pers mahasiswa pada akhirnya menjadi dilema. Terkait dengan posisinya sebagai sebuah organisasi di lingkungan kampus, secara dualisme, pers mahasiswa juga menjadi sebuah media dari, oleh, dan untuk mahasiswa. Pada dasarnya, peran dan fungsi yang dijalankan oleh pers mahasiswa sangatlah penting. Terlebih, dalam era kebebasan informasi saat ini, pers diberi kesempatan untuk lebih terbuka, interaktif, dan kritis dalam menyampaikan informasi. Namun, secara tidak langsung, posisi pers mahasiswa justru dipertaruhkan ketika mahasiswa sebagai khalayaknya tidak mengenal apa itu pers mahasiswa. Pers mahasiswa saat ini dinyatakan memiliki orientasi yang berbeda dengan pers mahasiswa zaman dulu. Hingga pada akhirnya, eksistensi pers mahasiswa yang dipertahankan pun mulai dipertanyakan. Pers mahasiswa cenderung menjadi sebuah lembaga yang hanya menyalurkan minat mahasiswa di bidang jurnalistik dan tidak secara penuh terkonsentrasi pada penggiringan isu melalui terbitannya. Terlebih, kredibilitas penggiat yang masih mahasiswa dinyatakan masih amatir ketika dibandingkan dengan wartawan pada pers umum. Hal ini berimbas pada berkurangnya apresiasi dan minat mahasiswa terhadap pers mahasiswa. Penelitian ini mencoba menggambarkan bagaimana mahasiswa sebagai khalayak utama sekaligus pelaku dalam pers mahasiswa mempersepsikan keberadaan pers mahasiswa di UNS. Dengan berorientasi pada peran dan fungsi, kredibilitas anggota, serta terbitan pers mahasiswa, adanya persepsi mahasiswa terhadap eksistensi pers mahasiswa di UNS ini dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Untuk subjek dalam penelitian ini ditekankan secara primer pada mahasiswa di setiap fakultas di UNS, mengingat keberadaan pers mahasiswa di UNS bukan hanya di tingkat universitas saja, melainkan juga di setiap fakultas. Melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan snowball sampling. Berdasarkan hasil analisis data, eksistensi pers mahasiswa di UNS masih dirasakan dan diperlukan bagi mahasiswa. Pers mahasiswa masih dianggap penting karena posisinya sebagai penyalur informasi, kontrol sosial (advokasi), edukasi, hiburan, bahkan media alternatif bagi mahasiswa. Namun, pada kenyataannya pers mahasiswa menjadi kurang dikenal oleh mahasiswa karena beberapa faktor, mulai dari inkonsistensi terbitan yang dihasilkan, sampai faktor SDM pers mahasiswa yang kurang terfokus sehingga menjadikan mereka kurang profesional. Di sisi lain, atensi mahasiswa terhadap pers mahasiswa tentunya juga harus ditingkatkan, mengingat mahasiswa perlu bekerja sama dan melakukan kontrol terhadap kinerja pers mahasiswa.