Abstrak


Formulasi Bedak (Face Powder) Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Sebagai Pewarna Kosmetik Alami Kajian Uji Stabilitas Dan Uji Iritasinya


Oleh :
Sylvia Purbanary Hardhi - M.3510074 - Fak. MIPA

Buah manggis (Garcinia mangostana) adalah buah tropis. Salah satu bagian buah manggis yang dapat dimanfaatkan adalah kulit buahnya. Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dapat menghasilkan warna merah hingga ungu yang disebabkan adanya pigmen antosianin. Antosianin memiliki berbagai manfaat, salah satunya sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengganti bahan pewarna sintetis pada sediaan kosmetik bedak (face powder) dengan mengunakan ekstrak kulit manggis sebagai pewarna alaminya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Formulasi bedak terdiri dari beberapa komponen seperti talk, zn stearat, bolus alba, parafin cair, dan penambahan ekstrak kulit buah manggis sebagai zat warna dengan konsentrasi 40,5%; 45,5%; dan 50,5%. Ekstrak dari kulit buah manggis diperoleh dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian terhadap ekstrak meliputi pemeriksaan organoleptik dan uji stabilitas warna. Evaluasi sediaan bedak dilakukan dengan uji organoleptik dan uji stabilitas bedak selama penyimpanan 4 minggu. Untuk memastikan keamanan sediaan dilakukan uji iritasi pada manusia dan uji pH. Formulasi sediaan bedak menggunakan ekstrak kulit manggis sebagai pewarna alami menunjukan sediaan menempel pada kulit, dengan pH 4,5 – 6,5. Sediaan yang paling baik adalah formula II dengan konsentrasi warna dari ekstrak kulit manggis sebesar 45,5%, tidak menunjukan reaksi iritasi pada manusia, dan stabil selama penyimpanan suhu 40C.