Abstrak


Prarancangan Pabrik Isopropanolamin Dari Propilen Oksida Dan Amoniak Kapasitas 15.000 Ton/Tahun


Oleh :
Barkah Rizki Safardani - I0509007 - Fak. Teknik

Isopropanolamin banyak digunakan dalam industri kimia sebagai surfaktan, bahan kosmetik, absorber dalam refinery gas, metal working, bahan tambahan dalam industri semen, dan lain-lain. Untuk memenuhi kebutuhan isopropanolamin dalam negeri dan adanya peluang ekspor, maka dirancang pabrik isopropanolamin dengan kapasitas 15.000 ton/tahun menggunakan bahan baku propilen oksida 26.149,91 ton/tahun dan amoniak 5484,10 ton/tahun. Pabrik direncanakan berdiri di kawasan industri Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 2018. Reaksi pembentukan isopropanolamin dari propilen oksida dan amoniak melalui proses Ammonolisis. Hasil reaksi adalah Monoisopropanolamin (MIPA), Diisopropanolamin (DIPA), dan Triisopropanolamin (TIPA). Reaksi berlangsung pada suhu 32°C dan tekanan 1 atm dalam reaktor alir tangki berpengaduk yang dilengkapi koil pendingin. Konversi propilen oksida untuk reaksi ini adalah 98,8%. Produk yang dihasilkan adalah MIPA, DIPA dan TIPA dengan rasio produk adalah 49,3%, 45,5%, dan 5,2%. Tahapan proses meliputi penyiapan bahan baku amoniak dan propilen oksida, pembentukan MIPA, DIPA, TIPA dalam reaktor, dan pemurnian produk. Pemurnian produk dilakukan di dalam menara distilasi. Unit pendukung proses pabrik meliputi unit pengadaan air, steam, udara tekan, tenaga listrik, dan bahan bakar. Pabrik juga didukung laboratorium yang mengontrol mutu bahan baku dan produk serta bahan buangan pabrik berupa cairan dan gas. Limbah cair berasal dari air buangan sanitasi yang diolah dalam unit stabilisasi dengan menggunakan lumpur aktif, aerasi, dan Sodium Hipoklorit. Air berminyak dari alat proses dipisahkan kemudian minyaknya dibakar dan airnya dibuang. Limbah gas yang berasal dari boiler langsung dibuang ke udara bebas . Bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT), dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian jam kerja terdiri dari karyawan shift dan non-shift dengan jumlah karyawan 172 orang. Dari hasil analisis ekonomi diperoleh, ROI (Return on Investment) sebelum dan sesudah pajak sebesar 78,77% dan 55,14%, POT (Pay Out Time) sebelum dan sesudah pajak selama 1,13 dan 1,54 tahun, BEP (Break Event Point) 51,73%, dan SDP 43,45%. Sedangkan DCF (Discounted Cash Flow) sebesar 41,18%. Jadi dari segi ekonomi pabrik tersebut layak dipertimbangkan untuk didirikan.