Abstrak


Eksistensi pariwisata telaga sarangan (Studi Perkembangan dan Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan)


Oleh :
Bayu Hargo Nugroho - K4408058 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Cerita rakyat mengenai asal-usul terjadinya Telaga Sarangan. (2) Peran pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan objek wisata telaga Sarangan. (3)Dampak pengembangan Telaga Sarangan bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa Sarangan. Bentuk penelitian ini deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini digunakan strategi studi kasus terpancang tunggal yaitu sasaran yang akan diteliti sudah dibatasi dan ditentukan serta terpusat pada satu lokasi yang mempunyai karakteristik tersendiri. Sumber data yang digunakan adalah tempat, peristiwa, informan, dan dokumen. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan tujuan penelitian, dimana peneliti memilih informan yang dipandang mengetahui permasalahan secara mendalam serta dapat dipercaya. Dalam penelitian ini, untuk mencari validitas data digunakan dua teknik trianggulasi yaitu trianggulasi data dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yaitu proses analisis yang bergerak diantara tiga komponen yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Mitos Kyai Pasir dan Nyai Pasir yang menemukan sebuah telur di dekat sumber air dan memakannya, setelah memakan telur merasa gatal kemudian berguling-guling di sumber air dan berubah menjadi naga. Sumber air tersebut kemudian menjadi besar dan berubah menjadi telaga dikarenakan Telaga Pasir terletak di Desa Sarangan, maka masyarakat dan pengunjung lebih mudah menyebutkan dengan Telaga Sarangan (2) Peran pemerintah dalam mengembangkan objek wisata Telaga Sarangan adalah mengadakan penyuluhan sadar wisata kepada masyarakat dan mengadakan promosi wisata ke daerah-daerah lain. Pengembangan objek wisata Telaga Sarangan lebih sempurna ketika masyarakat sekitar juga turut membantu dalam pengelolaannya. Kendala-kendala yang dihadapi dalam mengembangkan objek wisata ini adalah keterbatasan dana untuk mengembangkan objek wisata ini dan kurangnya kesadaran masyarakat akan objek wisata ini. (3) Dampak pengembangan Telaga Sarangan bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat desa Sarangan, yaitu adanya perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat misalnya mengubah status yang tadinya pengangguran menjadi tidak pengangguran dan memberikan pengetahuan yang luas bagi masyarakat. Sedangkan dampak dalam bidang ekonomi tentunya sangat besar yaitu peningkatan pendapatan keuangan dan juga peningkatan kesejahteraan bagi kehidupan ekonomi masyarakat sekitar. Kata Kunci: Telaga Sarangan, Sosial-Ekonomi