Abstrak


Pembuatan Pembersih Lantai Dari Minyak Jelantah


Oleh :
Taufik Adi Prionggo - I8310062 - Fak. Teknik

Banyaknya penggunaan minyak goreng di masyarakat menyebabkan jelantah yang dihasilkan juga semakin banyak. Pengkonsumsian jelantah dalam jangka waktu yang lama menyebabkan berbagai penyakit. Menyadari hal itu maka perlu adanya upaya untuk memanfaatkannya menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis seperti pembersih lantai. Proses pembuatan pembersih lantai adalah sebagai berikut,yaitu minyak jelantah disaring mengunakan kain saring. Hasil penyaringan direaksikan dengan larutan NaOH dan arpus. Arpus digunakan sebagai desinfektan. Hasil reaksi berupa padatan dan cairan. Cairan yang terbentuk akan digunakan sebagai pembersih lantai. Cairan tersebut masih terlalu encer apabila langsung dipakai sebagai pembersih lantai,maka dari itu perlu ditambah HEC (Hydroxy Ethyl Cellulose) yang berfungsi sebagai pengental dengan variasi 0,5g, 0,75g, 1g dan 1,25g. Hasil pengentalan pembersih lantai di tambah Texapon (Sodium Lauryl Sulfate). Texapon berfungsi sebagai pengangkat kotoran dan penambah busa. Produk pembersih lantai dianalisa pH, emulsi, alkali bebas, dan viskositas. Dari hasil percobaan, diperoleh hasil optimumpadapenambahan HEC 1 g diperoleh viskositas220 mPa.s, alkali bebas 0,012, pH 9 dan tidak terbentuk emulsi (flok). Dengan demikian, produk ini telah memenuhi syarat SNI–06–1842-1995. Pembuatan pembersih lantai sebanyak 1liter membutuhkan minyak jelantah sebanyak 44,4 ml, NaOH 1,78 g, arpus 1,78 g, Asam sitrat 0,89 g, HEC 10 g, Texapon 5 g, pewangi 0,44 mldan pewarna 0,22 ml. Kapasitas per botol 330 ml dan harga jualtiap botolnya sebesar Rp. 3000.