Abstrak


Masyarakat Kampung Batik Laweyan Bangkit ( Strategi Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (Fpkbl) Dalam Memberdayakan Masyarakat Kampung Batik Laweyan Melalui Model Kemitraan Linier Collaborative Of Partnership )


Oleh :
Bangkit Budi Wicaksono - D0308025 - Fak. ISIP

Masyarakat Laweyan periode 1970-an sampai 2003 berada pada posisi yang tidak berdaya dalam hal mempertahankan usaha kerajinan batik tradisional yang sudah ratusan tahun digeluti oleh hampir seluruh warga masyarakat Kampung Batik Laweyan, bahkan sempat berjaya diawal abad 20-an. Pasca hadirnya Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) tahun 2004 atas dasar keprihatinan para tokoh dan pengusaha batik yang masih tersisa, serta fakta-fakta bahwa paska hadirnya FPKBL tersebut Laweyan bisa dikatakan kembali bangkit, ditandai dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Laweyan, kembali bermunculannya pengusaha-pengusaha batik tradisional hingga mencapai ratusan. Secara tidak Langsung FPKBL bisa dikatakan berhasil memberdayakan masyarakat Kampung Batik Laweyan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetahui bagaimana strategi Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) dalam upayanya memberdayakan masyarakat Kampung Batik Laweyan. Penelitian ini menggunakan Teori Aksi Talcott Parsons, yang didukung dengan teori mikro tentang pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: Pertama, pemberdayaan masyarakat Kampung Batik Laweyan menggunakan model kemitraan. terlihat dari upaya FPKBL yang selalu melibatkan peran berbagai mitra (berdasarjan jenis program) dalam setiap kegiatan. Model kemitraan yang digunakan adalah Linier Collaborative of partnership, kemitraan yang terjalin dengan tidak membedakan besaran, status, atau kekuatan para pihak yang bermitra, namun yang menjadi tekanan utama adalah visi, misi yang saling mengisi satu sama lain. Kedua, Pemberdayaan masyarakat Kampung Batik Laweyan, adalah pemberdayaan masyarakat berbasis potensi kawasan, dengan langkah atau proses sebagai berikut: Pengenalan potensi daerah, Sosialisasi, Penyadaran, Pengorganisasian, Pelaksanaan kegiatan atau program, Menjalin kemitraan, Penerapan strategi yang partisipatif. Dalam penelitian ini peneliti mampu untuk membuktikan keefektifan pemberdayaan masyarakat Kampung Batik Laweyan oleh Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), yang didasarkan pada konsep-konsep penting dalam Teori Aksi Talcot Parsons serta teori pemberdayaan yang mengkaji secara spesifik bahasan tentang pemberdayaan masyarakat.