Abstrak


Perbedaan kejadian kolonisasi staphylococcus aureus pada kulit pasien dermatitis atopik dan bukan pasien dermatitis atopik di poliklinik kulit dan kelamin rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta


Oleh :
Ernawati Atmaningtyas - - Fak. Kedokteran

Dermatitis atopik merupakan penyakit radang kulit yang bersifat kronis dan sering kambuh yang secara genetik berhubungan dengan keadaan atopik. Kulit pasien dermatitis atopik mengalami perubahan struktur dari keadaan fisiologis/normal sehingga mengakibatkan beberapa dampak diantaranya berubahnya kemampuan kulit sebagai pelindung (barrier) tubuh terhadap berbagai macam infeksi kulit oleh bakteri, jamur maupun virus jika dibandingkan dengan kulit orang normal. Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang dikenal banyak mengakibatkan infeksi sekunder pada pasien dermatitis atopik, yang mana kejadian infeksi tersebut berawal dari kolonisasi bakteri pada kulit pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kejadian kolonisasi Staph. aureus pada kulit pasien dermatitis atopik dan bukan pasien dermatitis atopik. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel usap kulit pasien dermatitis atopik dilaksanakan di poliklinik kulit dan kelamin RS Dr. Moewardi Surakarta untuk kemudian diproses di laboratorium Mikrobiologi FK UNS. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan cara purposive sampling. Penelitian dilakukan sepanjang bulan Agustus – Oktober 2006 dan Januari – Februari 2007, selama penelitian peneliti mendapatkan 15 sampel pasien dermatitis atopik dan 15 sampel kontrol yang memenuhi kriteria penelitian. Uji statistik hasil penelitian dilakukan dengan uji Eksak Fisher dan Koefisien Kontingensi menggunakan progam SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 10.0. Dari penelitian didapatkan hasil yaitu dari 15 pasien dermatitis atopik, 8 orang diantaranya positif terdapat bakteri Staph. aureus dan 7 sisanya negatif. Sedangkan untuk kelompok bukan pasien dermatitis atopik dari 15 sampel tidak terdapat satupun hasil positif. Melalui uji Eksak Fisher diperoleh p: 0.002 di mana p lebih kecil dari α (0.01) yang berarti terdapat perbedaan proporsi kejadian kolonisasi Staph. aureus di antara kedua kelompok di atas pada tingkat kemaknaan 0.01, sedangkan melalui Koefisien Kontingensi dapat diketahui adanya hubungan antara dermatitis atopik dengan kejadian kolonisasi Staph. aureus pada taraf kemaknaan 0.01. Adanya perbedaan di atas didukung oleh teori bahwa kulit pada pasien dermatitis atopik memiliki komposisi lemak kulit yang berbeda dengan orang normal pada umumnya yang mengakibatkan kurangnya mekanisme pembersihan bakteri secara alami oleh kulit.