Abstrak


Studi Komparasi antara Pengajaran Metode Problem Solving dengan Metode Konvensional terhadap Prestasi Belajar Akuntansi pada Siswa Kelas XI Program IPS SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Ajaran 2006/2007


Oleh :
Tri Hastuti S - - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan prestasi belajar akuntansi siswa, antara yang diajar menggunakan metode problem solving dengan metode konvensional di SMA Negeri 7 Surakarta, (2) untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran yang lebih efektif antara metode problem solving dengan metode konvensional di SMA Negeri 7 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu ekperimen semu (quasi experimental research). Desain rancangan penelitian yang digunakan adalah Matched Group Designs (pola M-G). Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Surakarta tahun ajaran 2006/2007 sejumlah 238 siswa yang terbagi dalam 5 kelas. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 78 siswa atau 2 kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t dengan prasyarat yaitu t-matching. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh harga Me = 8,04 dan Mk = 7,51 hal ini menunjukan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol. Hasil analisis data juga menunjukkan harga tob = 3,664 hasil tersebut dikonsultasikan dengan nilai tt dengan n = 78 dan taraf signifikasi 5 ?ngan db = 75 sebesar 1,670. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan uji-t ditunjukkan dengan tob ? ttabel yaitu 3,664 > 1,670 pada taraf sinifikasi 5 ?n db = 75, berarti bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar akuntansi antara yang diajar menggunakan metode problem solving dengan metode konvensional pada siswa kelas XI program IPS SMA Negeri 7 Surakarta tahun ajaran 2006/2007, (2) Pada kelas eksperimen rata-rata nilai tes awal 6,22 dan rata-rata nilai tes akhir sebesar 8,04 sedangkan kelas kontrol rata-rata nilai tes awal 6,01 dan rata-rata nilai tes akhir sebesar 7,51. Dengan adanya peningkatan prestasi belajar akuntansi,berarti bahwa metode problem solving lebih efektif diterapkan daripada metode konvensional.