Abstrak


Strategi HUMAS dalam Meningkatkan Reputasi Sekolah (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Surakarta Tahun 2009/2010)


Oleh :
Indhira Hari Kurnia - K.7405062 - Fak. KIP

STRATEGI HUMAS DALAM MENINGKATKAN REPUTASI SEKOLAH (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN 2009/2010), Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2013. Tujuan penelitian ini adalah (1). Untuk mengetahui strategi humas SMA Negeri 1 Surakarta dalam meningkatkan reputasi sekolah. (2). Untuk mengetahui persepsi stakeholders (alumni sekolah dan orang tua murid) terhadap strategi humas dalam meningkatkan reputasi sekolah (3). Untuk mengetahui hambatan humas (4). Untuk mengetahui solusi yang digunakan humas. Penelitian ini menggunakan bentuk kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan strategi tunggal terpancang, dimana peneliti ingin menggambarkan secara menyeluruh dan tidak membuktikan suatu hipotesis. Sumber data primer berasal dari informan, serta data sekunder diambil dari dokumen, arsip maupun catatan yang ada. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling dan Snow Ball Sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan trianggulasi sumber/data dan trianggulasi metode, sedangkan analisis data yang digunakan analisis data model interaktif. Berdasar pada hasil penelitian simpulannya adalah: (1). Strategi humas meliputi: (a). Menyelenggarakan ceramah ilmiah di sekolah dengan pembicara pakar. (b). Meningkatkan SDM guru dengan seminar, diskusi dan pelatihanpelatihan, workshop guna menambah kompetensi dan profesionalisme guru. (c). Meningkatkan SDM guru dan karyawan dengan pelatihan bahasa Inggris dan komputer. (d). Meningkatkan prestasi sekolah dalam mengikuti berbagai lomba. (e). Mengadakan kegiatan studi banding ke sekolah yang lebih maju atau favorit sebagai langkah peningkatan yang lebih baik. (2). Persepsi stakeholders (alumni sekolah dan orang tua murid) adalah : (a). Sebagai sekolah tertua di Solo dan sekolah favorit, nama besar sekolah membawa keyakinan masyarakat terhadap mutu pendidikan sekolah. (b). Bangga menjadi bagian dari SMA Negeri 1 Surakarta. (c). Reputasi sekolah dinilai baik dan positif oleh para alumni sekolah, orang tua murid bahkan masyarakat. (d). Sekolah kerap meraih penghargaan dan di umumkan tiap hari senin. (e). Sarana dan prasarana dinilai sudah baik namun perlu ditingkatkan. (3). Faktor penghambat humas adalah: (a). Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang kegiatan sekolah. (b). Pengelolaan website resmi sekolah belum optimal. (c). Ada oknum intern sekolah yang menilai bahwa tidak perlu mensosialisasikan informasi terkini karena masyarakat akan mengetahuinya lewat media massa yang meliput ke sekolah. (4). Upaya untuk mengatasi hambatan adalah: (a). Meningkatkan sarana dan prasarana yang dimiliki, memprioritaskan dengan bijak mengenai pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan perawatan yang baik (b). Pengelolaan website sekolah harus diperhatikan karena website merupakan representasi dan p