Abstrak


Respon Penawaran Tembakau di Kabupaten Grobogan


Oleh :
Dewandono Bimo Sakti - H.0809024 - Fak. Pertanian

Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Sub sektor perkebunan yang merupakan bagian dari pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani membuka kesempatan kerja, peningkatan ekspor, pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri, pemerataan pembangunan. Tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian nasional. Kabupaten Grobogan merupakan penghasil tembakau yang cukup potensial di propinsi Jawa Tengah. Perubahan luas tanam, produksi dan produktivitas terjadi setiap tahunnya. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap penawaran tembakau di Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran tembakau dan elastisitas penawaran tembakau di Kabupaten Grobogan. Metode dasar penelitian adalah deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series selama 17 tahun dari tahun 1996 -2012. Sumber data berasal dari beberapa instansi pemerintah seperti Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Provinsi Kabupaten Grobogan, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Grobogan. Lokasi penelitian yang dipilih adalah Kabupaten Grobogan dengan pertimbangan Kabupaten Grobogan merupakan daerah yang potensial untuk tanaman tembakau akan tetapi dari tahun ketahun jumlah produksi tembakau terus mengalami penurunan karena berkurangnya jumlah areal tanam sehingga mempengaruhi penawaran tembakau di Kabupaten Grobogan. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda pada fungsi penawaran dengan cara langsung melalui pendekatan produksi. Hasil penelitian menunjukkan secara bersama-sama variabel harga tembakau pada tahun sebelumnya, jumlah produksi tembakau pada tahun sebelumnya, luas areal panen tembakau pada tahun berjalan, rata-rata curah hujan pada tahun berjalan, dan luas panen jagung pada tahun berjalan berpengaruh nyata terhadap respon penawaran tembakau di Kabupaten Grobogan sebesar 88%, sisanya 12% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Elastisitas penawaran terhadap variabel produksi tembakau pada tahun sebelumnya dan harga tembakau pada tahun sebelumnya bersifat inelastis pada jangka pendek dan bersifat elastis pada jangka panjang. Elastisitas variabel rata-rata curah hujan pada tahun t bersifat elastis pada jangka pendek maupun jangka panjang. Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu sebaiknya petani melakukan penanaman menggunakan guludan yang lebih tinggi. Untuk mengatasi tanah yang mudah tergenang banyak air. Serta perlunya penguatan terhadap kelembagaan petani tembakau di Kabupaten Grobogan, agar mereka mau menanam tembakau sebagai tanaman yang menjanjikan.