Abstrak


Model Propaganda Politik Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (Sobsi) Melalui Media Kebudayaan Dan Olahraga Tahun 1961-1965


Oleh :
Vera Yulyanti - C.0508053 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana model propaganda SOBSI melalui media kebudayaan dan olahraga tahun 1961-1965? (2) Bagaimana hasil pelaksanaan model propaganda kebudayaan dan olahraga bagi sarana pengembangan politik SOBSI tahun 1961-1965? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui model propaganda SOBSI melalui media kebudayaan dan olahraga tahun 1961-1965, (2) Mengetahui hasil pelaksanaan model propaganda kebudayaan dan olahraga bagi sarana pengembangan politik SOBSI tahun 1961-1965. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah atau historis dan bersifat deskriptif analitis yang berusaha mendeskripsikan serta menganalisis tentang model propaganda Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) melalui kebudayaan dan olahraga. Metode sejarah yaitu Heuristik (Pengumpulan Sumber), Kritik Sumber (Kritik Intern dan Ekstern), Interpretasi penulis dan yang terakhir Historiografi. Sumber didapat dari arsip-arsip SOBSI yang berupa: seminar olahraga menyongsong Ganefo, seni musik dan seni drama buruh, aidit kepada seniman; organisasi, pendidikan, dan kebudayaan; lawan kebudayaan imperialis dan tingkatkan kebudayaan kaum buruh. Berdasarkan analisis terhadap sumber-sumber yang telah terkumpul, dapat disimpulkan bahwa model propaganda SOBSI melalui kebudayaan dan olahraga adalah bagian dari perjuangan kaum buruh dalam perpolitikan, di mana kaum buruh pada waktu itu terutama SOBSI. Sebagai organisasi buruh terbesar pada masanya, berideologi komunis yang beranggapan bahwa kaum imperialis dan feodal masih mengembangkan budaya dan sistem mereka di tanah air dan hal itu harus dilawan melalui pengembangan kebudayaan dan olahraga pada kalangan buruh yaitu kalangan terbanyak. Perjuangan itu juga berdampak positif bagi intern organisasi SOBSI dengan bertambahnya jumlah anggota dan tenaga terdidik untuk mencerdaskan kaum buruh.