Abstrak


Naskah Drama Pelacur Dan Sang Presiden Karya Ratna Sarumpaet (Analisis Struktur, Gender, Dan Nilai Pendidikan)


Oleh :
Devi Cintia Kasimbara - K.1210018 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) struktur naskah drama Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet, (2) perjuangan gender tokoh wanita dalam hal akses, partisipasi, dan kontrol dalam pembangunan pada naskah drama Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet, (3) kritik sosial yang dikemukakan oleh Ratna Sarumpaet dalam naskah drama Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet, dan (4) nilai-nilai pendidikan yang dapat dipetik dalam naskah drama Pelacur dan Sang Presiden karya Ratna Sarumpaet. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme dan feminisme, sedangkan metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen dan wawancara mendalam. Uji validitas data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi teori dan analisis data dilakukan dengan model analisis mengalir (flow model of analysis). Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, naskah drama Pelacur dan Sang Presiden memiliki struktur naskah yang kuat, yaitu alur, penokohan dan perwatakan, dialog, setting, tema, amanat, serta petunjuk teknis. Kedua, ketidakadilan gender yang diterima oleh tokoh wanita melahirkan berbagai bentuk perjuangan gender dalam hal akses, partisipasi, dan kontrol dalam pembangunan. Dalam hal akses yaitu perjuangan Jamila dalam memperbaiki kehidupannya. Dalam hal partisipasi yaitu Jamila ikut berpartisipasi dalam melawan ketidakadilan yang dialami para pelacur di lokalisasi di tengah hutan Kalimantan, sedangkan dalam hal kontrol dalam dalam pembangunan yaitu keberanian Jamila untuk memutuskan pergi dari lokalisasi milik Bu Darno menuju kehidupan yang lebih baik. Ketiga, kritik sosial yang disampaikan pengarang, yaitu kritik terhadap perdagangan anak-anak di bawah umur, kritik terhadap permasalahan gender, kritik terhadap pemerintah, kritik terhadap organisasi massa, dan kritik terhadap tokoh agama. Keempat, nilai-nilai pendidikan yang dapat dipetik meliputi nilai pendidikan moral, nilai pendidikan religius, dan nilai pendidikan sosial. Naskah drama Pelacur dan Sang Presiden adalah naskah yang cukup bagus karena menggambarkan kondisi bangsa Indonesia di mana perdagangan perempuan adalah masalah serius yang harus segera ditangani. Naskah ini memberikan refleksi kepada semua orang bahwa perdagangan perempuan adalah masalah yang timbul karena faktor kemiskinan, kebodohan, dan lemahnya iman.