Abstrak


Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Frekuensi Pemberian Evagrow Pada Pakcoy (Brassica Chinensis) Secara Vertikultur Paralon


Oleh :
Usman Avandi - H.0709120 - Fak. Pertanian

Media tanam dapat diartikan sebagai tempat tinggal atau rumah bagi tanaman. Tanah sebagai media bercocok tanam memiliki beberapa kekurangan, penggunaan nutrisi oleh tanaman kurang efisien, banyak gulma, dan pertumbuhan tanaman kurang terkontrol. Oleh karena itu perlu adanya komposisi media tanam yang lebih menunjang pertumbuhan tanaman dalam budidaya secara vertikultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan frekuensi pemberian evagrow terhadap pertumbuhan pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei sampai Desember 2013 di Karangasem, Laweyan, Surakarta dengan ketinggian tempat sekitar 92 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah komposisi media yang terdiri dari tiga taraf yaitu M1 : Tanah + Pupuk kandang sapi + Pupuk kandang kambing (2:4:1), M2 : Tanah + Pupuk kandang sapi + Pupuk kandang kambing (2:3:1) dan M3 : Tanah + Pupuk kandang sapi + pupuk kandang kambing (2:2:1). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian evagrow yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa pemberian, tiga kali pemberian (0 MST, 1 MST, 2 MST), empat kali pemberian (0 MST, 1 MST, 2 MST, 3 MST) dan lima kali pemberian (0 MST, 1 MST, 2 MST, 3 MST, 4 MST). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Analisis data dilakukan dengan uji Anova pada taraf 5% dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf kepercayaan 95%. Variabel pengamatan pakcoy meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, indeks luas daun, berat berangkasan segar, berat berangkasan kering dan berat berangkasan segar perparalon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam M1 yaitu tanah + pupuk kandang sapi + pupuk kandang kambing dengan perbandingan 2:4:1 memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan M2 yaitu tanah + pupuk kandang sapi + pupuk kandang kambing dengan perbandingan 2:3:1 terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dengan hasil tinggi pakcoy yaitu 19,31 cm, jumlah daun yaitu 8,54 helai dan berat berangkasan segar per paralon yaitu 849,75 g. Sedangkan pada frekuensi pemberian evagrow tidak menunjukkan adanya pengaruh yang nyata untuk semua variabel pengamatan.