Abstrak


Analisis Investasi Bangunan Gedung ( Studi Kasus Pada Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap Rsup Dr. Kariadi Semarang )


Oleh :
Hafiedz Akbar Alfarizi - I 0105136 - Fak. Teknik

Jumlah penduduk Kota Semarang menurut Profil Kependudukan Kota Semarang oleh BPS sampai dengan akhir Desember tahun 2012 sebesar : 1.628.590 jiwa, dan termasuk dalam 5 Kabupaten / Kota dengan penduduk terbesar di Jwa Tengah. Dengan data tersebut diatas maka Potensi permasalahan yang muncul akibat pertumbuhan penduduk juga akan semakin besar. Dari data yang didapat dari profil kesehatan kota semarang tercatat Cakupan kunjungan pelayanan kesehatan pada tahun 2011 total kunjungan tingkat Kota Semarang pada unit rawat jalan sebesar 2.207.706 kunjungan , sedangkan untuk kunjungan rawat inap pada tahun 2011 sebesar 142.116 kunjungan. Sedangkan pada tahun 2012 tercatat Cakupan kunjungan pelayanan kesehatan Kota Semarang pada unit rawat jalan sebesar 2.845.274 kunjungan, sedangkan untuk kunjungan rawat inap pada tahun 2012 sebesar 388.858 kunjungan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan akan fasilitas kesehatan terus meningkat dari tahun ke-tahun. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kelayakan investasi pembangunan gedung. Studi kasus : Pembangunan gedung IRNA kelas 3 RSUP Dr.Kariadi Semarang. Tahapan dalam menganalisis studi kelayakan rumah sakit yaitu menentukan nilai investasi proyek dengan cara menghitung biaya langsung, biaya tidak langsung, pendapatan tahunan, nilai sewa minimum. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Studi Kelayakan Aspek Keuangan yaitu dengan metode Net Present Value ( NPV ) Internal Rate of Return ( IRR ), Revenue Cost Ratio ( RCR ), Return On Investmen (ROI), Return On Equity (ROE ). Dari penilaian kelayakan investasi yang dilakukan didapatkan hasil yaitu NPV positif sesuai yang diharapkan, yaitu sebesar Rp. 119.061.977.112,00. RCR diperoleh sebesar 1,162 > 1, IRR yang diperoleh adalah sebesar 16,000242 % lebih besar dari suku bunga komersil 12%, BEP diperoleh dalam jangka waktu 11 tahun 9 bulan 9 hari, lebih cepat dari masa pengembalian modal pinjaman yaitu 15 tahun, BEP Okupansi diperoleh 53,96 %, ROI sebelum pajak diperoleh 1,213 > 1, ROI setelah pajak diperoleh 1,033 > 1, dan ROE diperoleh 1,385 > 1. Berdasarkan analisis tersebut secara garis besar dapat disimpulkan bahwa pembangunan gedung baru pada Rumah Sakit Dr.kariadi Semarang layak untuk dilaksanakan. Namun, masih perlu ditinjau dari aspek-aspek evaluasi proyek yang lain seperti aspek sosio-ekonomi, aspek eksternalis, aspek institutional, dan lain-lain agar bisa menggambarkan kondisi investasi lebih akurat.