Abstrak


Pengembangan nilai cinta damai untuk mencegah bullying di sekolah dalam rangka membentuk karakter kewarganegaraan (Studi Kasus di SMA Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen)


Oleh :
Ummu Afiyatun - K6407052 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan SMA di Kecamatan Gemolong dalam mengembangkan nilai cinta damai untuk mencegah perilaku bullying di sekolah. 2) Untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pengembangan nilai cinta damai untuk mencegah bullying di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Strategi penelitiannya menggunakan strategi ganda terpancang. Sumber data diperoleh dari informan, tempat dan peristiwa serta dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan teknik wawancara, observasi serta analisis dokumen. Untuk memperoleh validitas data dalam penelitian ini digunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) sajian data, 4) pengambilan kesimpulan. Adapun prosedur penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) tahap pra lapangan, 2) tahap pelaksanaan lapangan, 3) tahap analisis data, 4) tahap penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Upaya pengembangan nilai cinta damai untuk mencegah bullying dalam rangka membentuk karakter kewarganegaraan di SMA Negeri 1 dan SMA Muhammadiyah 2 Gemolong dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, di luar kelas dan budaya sekolah. Adapun strategi atau cara menanamkan nilai cinta damai yaitu dengan keteladanan, pembiasaan, kegiatan spontan dan pengkondisian. 2) Terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat dalam upaya pengembangan nilai cinta damai untuk mencegah bullying dalam rangka membentuk karakter kewarganegaraan. Faktor pendukungnya adalah: a) Kesadaran warga sekolah untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam keseharian, b) Berkembangnya nilai-nilai positif yang menjadi budaya sekolah, c) Peran guru, d) Materi pelajaran yang mendukung dan kaya akan nilai e) Tata tertib dan penegakkan disiplin yang melarang tindak kekerasan, f) Kedekatan dan komunikasi yang efektif, dan g) Kerjasama antar warga sekolah maupun masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah: a) Kondisi siswa yang masih labil dan memiliki kontrol diri yang lemah, b) Guru yang kurang inovatif dalam mengembangkan pembuatan silabus dan RPP, c) Faktor lingkungan yaitu lingkungan keluarga yang tidak harmonis dan pergaulan yang kurang baik, d) Kurangnya pengawasan, e) Pengaruh negatif teknologi, f) Minimnya pengetahuan tentang bullying atau kekerasan.