Abstrak


Konstruksi realitas berita pada surat kabar nasional (Studi Analisis Wacana Tentang Konstruksi Realitas Teks Berita Headline Terkait Penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman di Koran Tempo Periode Maret-April 2013)


Oleh :
Farisa Hafidhu Priambodo - D.1211032 - Fak. ISIP

Koran Tempo merupakan media massa nasional paling kredibel dalam pemberitaannya yang berfokus pada masalah tekait keadilan, hukum, kasus korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Koran Tempo dikenal sebagai surat kabar paling berani dalam menyajikan berita kontroversi, meskipun harus bersitegang dengan aparat keamanan negara TNI dan POLRI. Peistiwa penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman pada tanggal 24 Maret 2013 menarik perhatian seluruh masyrakat Indonesia terutama media massa, hampir seluruh media massa nasional menyajikan kasus Cebongan sebagai berita headline (halaman muka). Salah satu media yang mamberi perhatian penuh pada kasus penyerangan Cebongan adalah Koran Tempo. Berita mengenai peristiwa tersebut dikonstruksi Koran Tempo menjadi berita paling penting yang harus diketahui khalayak pembaca. Berita merupakan hasil konstruksi media massa atas sebuah peristiwa yang menurutnya paling menarik, sehingga berita adalah peristiwa pilihan dari media massa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dimana penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Koran Tempo mnegkonstruksi teks berita peristiwa kasus penyerangan penjara Cebongan di Sleman pada periode Maret-April 2013. Untuk itu dalam menganalisisnya digunakan metode analisis wacana model Teun van Dijk sehingga pada akhirnya nanti akan diketahui bagaimana konstruksi berita di Koran Tempo terkait wacana penyerangan penjara Cebongan di Sleman. Teknik analisis wacana model van Dijk terbagi menjadi tiga struktur, yaitu (1) struktur makro dengan elemen tematik, (2) superstruktur berupa skematik dari teks berita dan (3) struktur mikro yang mengamati dari semantik, sintaksis, stilistik dan retoris. Dari hasil analisis wacana disimpulkan (1) Koran Tempo melalui konstruksi penulisan beritanya berani mengeksplorasi fakta-fakta emprik yang ditemukan pada penyelidikan, meskipun fakta mengarah kepada aparat keamanan (Kopassus). (2) Awal muncul kasus Cebongan Koran Tempo sudah mengkonstruksi bahwa pelaku penyerangan adalah oknum militer (Kopassus). (3) Koran Tempo mengkonstruksi temuan-temuan pada saat penyelidikan dengan sangat detil dan jelas. (4) Koran Tempo juga mengkonstruksi seharusnya melalui temuan yang sudah didapat Polisi sudah dapat mengidentifikasi pelaku penyerangan. (5) Koran Tempo mengkonstruksi kejanggalan hasil investigasi TNI AD dengan sangat jelas dan Koran Tempo mengkonstruksi bahwa pelaku harus menerima hukuman yang berat melalui proses hukum yang jelas. Kata kunci: Penyerangan penjara Cebongan, konstruksi realitas media, analisis wacana.