Abstrak


Visualisasi dan makna ragam hias kain dodot pada busana tari bedhaya ketawang dalam upacara penobatan raja pb xiii di keraton kasunanan Surakarta


Oleh :
Kartika Mardikaningrum - K.3209019 - Fak. KIP

Tujuan Penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui Latar belakang tari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarta, (2)Untuk mengetahui visualisasi dan jenis kain dodot dalam busana tari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarta, (3)Untuk mengetahui makna ragam hias kain dodot dalam busana tari Bedhaya Ketawang di Keraton Kasunanan Surakarta. Sejalan dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian etnografi. Metode penelitian etnografi adalah usaha untuk mencari data dengan wawancara berkali-kali dengan beberapa informasi kunci. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen. Tiga komponen yang saling berhubungan tersebut adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : (1) Tari Bedhaya Ketawang dipercaya merupakan reaktualisasi percintaan Kanjeng Ratu Kidul (penguasa pantai selatan) dengan Panembahan Senopati (raja pertama Dinasti Mataram), tari Bedhaya Ketawang juga merupakan tari ritual, hal tersebut bisa dilihat dari pemilihan hari, pemilihan penari, tempat ditarikannya Bedhaya Ketawang, jumlah penari yang berjumlah 9, syair cakepan sindhenan Bedhaya Ketawang, gendhing ketawang gedhe, (2) Jenis dodot yang digunakan dalam tari Bedhaya Ketawang, yaitu dodot parang dan dodot alas-alasan. Secara Keseluhuhan motif-motif penyusun dalam dodot parang maupun dodot alas-alasan merupakan bentuk yang dekat dengan masyarakat, (3) Ragam hias yang melekat pada dodot parang rusak maupun dodot alas-alasan, mempunyai makna tersendiri yaitu menciptakan pemahanan sangkan paraning dumadi serta manunggaling kawula gusti. Simpulan penelitian ini adalah bahwa tari Bedhaya Ketawang merupakan tarian ritual karena didahului oleh upacara ritual “kirab”, bukan hanya busana yang ditentukan, ragam hias dalam dodot juga tidak sembarangan, motif yang terdapat dalam dodot parang maupun dodot alas-alasan mempunyai visual dan makna tersendiri. Hal tersebut membuktikan bahwa tari Bedhaya Ketawang merupakan tari ritual. Kata Kunci : Ragam Hias, Dodot, Bedhaya Ketawang.