Abstrak


Implementasi keputusan bupati boyolali nomor 512 tentang penjabaran tugas pokok dan fungsi unit pelaksana teknis dinas (uptd) balai latihan kerja Kabupaten Boyolali (Studi Kasus Implementasi Program Pelatihan Kerja Jurusan Aneka Kejuruan Tahun 2012 Di UPT


Oleh :
Mega Dwi Susilowati - D.1111022 - Fak. ISIP

Tingkat pengangguran yang semakin meningkat setiap tahunnya merupakan tanggung jawab pemerintah dalam kesejahteraan masyarakat. Dimana faktor keahlian dan ketrampilan yang mempengaruhi para pencari kerja kesulitan mendapatkan pekerjaan, maka dari itu perlu adanya pelatihan kerja. Salah satu lembaga pemerintah yang berperan melakukan pendidikan dan pelatihan kerja tersebut adalah unit pelaksana teknis dinas balai latihan kerja. Menurut penulis kejuruan yang sangat dibutuhkan pasar kerja dan mampu menciptakan peluang- peluang pasar kerja baru adalah pelatihan jurusan aneka kejuruan. Penulisan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran implementasi program pelatihan kerja jurusan aneka kejuruan di UPTD BLK Boyolali. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu studi kasusnya mengarah pada pendiskripsian secara rinci dan mendalam mengenai potret kondisi tentang apa yang sebenarnya terjadi menurut apa adanya dilapangan studinya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui indepth interview, observasi, dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif yang meliputi data reduksi, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program pelatihan kerja jurusan aneka kejuruan di UPTD BLK Boyolali ada tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap pelaporan. Tahap persiapan meliputi sosialisasi program, pendaftaran dan seleksi peserta, penyusunan modul, dan persiapan sarana dan pra sarana. Tahap pelaksanaan terdiri dari dua program pelaksanaan yaitu institusional dan non institusional. Tahap pelaporan meliputi, penyaluran peserta dan pembuatan laporan instruktur. Hambatan yang muncul selama pelaksanaan pelatihan kerja aneka kejuruan yaitu kurangnya instruktur dan peralatan, sehingga perlu adanya penambahan sarana dan prasaranan. Guna meningkatkan kualitas program pelatihan jurusan aneka kejuruan di UPTD BLK Boyolali selanjutnya, peneliti memberikan beberapa saran dan rekomendasi sebagai bahan masukan. Perlu adanya penambahan peralatan menjahit dapat diupayakan dengan cara meminta pengajuan penambahan kepada pemerintah. Perlunya penambahan instruktur dengan pengajuan permintaan instruktur kepada pemerintah pusat. Selain itu juga bisa untuk sementara waktu menerima instruktur honorer sesuai dengan kualifikasi instruktur di UPTD BLK Boyolali. Kata Kunci: Implementasi, Pelatihan Kerja.