Abstrak


Pengaruh penggunaan jenis busi dan variasi penambahan camphor dalam premium terhadap kadar emisi gas co dan hc pada sepeda motor honda supra x 125 pgm-fi tahun 2006


Oleh :
Riwad Galang Cantyaji - K.2509054 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki: (1) Pengaruh jenis busi terhadap emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Supra X 125 PGM-FI tahun 2006. (2) Pengaruh penambahan camphor dalam premium terhadap emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Supra X 125 PGM-FI tahun 2006. (3) Interaksi jenis busi dan penambahan camphor dalam premium terhadap emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Supra X 125 PGM-FI tahun 2006. (4) Kadar emisi gas buang CO dan HC pada sepeda motor Supra X 125 PGM-FI tahun 2006 setelah mengganti jenis busi dan penambahan camphor dalam premium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, JPTK, FKIP, UNS Surakarta dengan alamat di Jalan Ahmad Yani No. 200 Kartasura. Alat yang digunakan untuk pengukuran emisi gas buang CO dan HC adalah Gas analyzer merk STARGAS. Populasinya adalah sepeda motor Supra X 125 PGM-FI tahun 2006 dan sampelnya adalah sepeda motor Supra X 125 PGMFI tahun 2006 bernomor mesin: JB61E1013230. Pengujian emisi gas buang dilaksanakan berdasarkan pada SNI 09-7118.3-2005 yaitu cara uji kendaraan bermotor kategori L pada kondisi idle. Analisis data yang digunakan adalah penyelidikan deskriptif. Penyelidikan deskriptif yang digunakan adalah studi komparatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Penggunaan busi standar, busi platinum, busi iridium, dan variasi penambahan camphor dalam premium pada sepeda motor Honda Supra X 125 PGM-FI tahun 2006 memberikan pengaruh terhadap kadar emisi gas buang CO dan HC. (2) Kadar emisi gas buang CO menggunakan busi Standar dengan penambahan 4 gram camphor dalam 1 liter premium menghasilkan kadar emisi gas buang CO paling rendah yaitu sebesar 0,168%. Penggunaan busi Platinum dengan premium murni menghasilkan kadar emisi gas buang CO paling rendah yaitu sebesar 0,176%. Penggunaan busi Iridium dengan penambahan 4 gram camphor paling rendah yaitu sebesar 0,176%. (3) Kadar emisi gas buang HC menggunakan busi Standar dengan penambahan 8 gram camphor menghasilkan kadar emisi gas buang HC paling rendah yaitu sebesar 303 ppm. Penggunaan busi Platinum dengan premium murni paling rendah yaitu sebesar 311 ppm. Penggunaan busi Iridium dengan penambahan 8 gram camphor menghasilkan kadar emisi gas buang HC paling rendah yaitu sebesar 380 ppm. (4) Pengujian kadar emisi gas buang CO dan HC dengan interaksi jenis busi dan penambahan camphor dalam premium yang paling rendah yaitu dengan menggunakan busi standar dan penambahan camphor 4 gram dalam 1 liter premium. Kata kunci: emisi gas buang CO dan HC, busi standar, busi platinum, busi iridium, camphor (kapur barus), premium.