Abstrak


Pola komunikasi dan apresiasi komunitas fotografi (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi dalam Aktifitas Apresiasi Asosiasi Profesi Foto - Videografi Anjuk Ladang “APFAL” di Kabupaten Nganjuk Terhadap DigitalisasiFotografi )


Oleh :
Oktabilla Ayu Lestari - D.1211058 - Fak. ISIP

Komunitas APFAL merupakan komunitas fotografi tertua yang ada di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Selama berdirinya tantangan terbesar yakni adanya perkembangan teknologi digital di bidang fotografi. Demi beradaptasi dengan perkembangan teknologi ini, komunitas APFAL melakukan beberapa apresiasi dalam bentuk kegiatan bersama seperti arisan, belajar bersama, dan hunting.proses interaksi dalam kelompok dimulai dari adanya (input) masukan ke (output) keluaran berupa hasil/prestasi melalui variabel-variabel media, dimana dalam hal tersebut akan terdapat umpan balik (feed-back).Pola komunikasi dapat terlihat dimana proses komunikasi yang terjadi berlangsung secara konstan atau secara terus-menerus, dan berulang-ulang. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola komunikasi yang terjadi pada anggota komunitas APFAL di Kabupaten Nganjuk, dalam aktifitas apresiasi terhadap digitalisasi fotografi Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptifdengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ketua APFAL, dan anggota APFAL yang peneliti bagi menjadi anggota senior dan anggota muda. Informan ini ditentukan berdasarkan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan dengan menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Validitas data sendiri diuji dengan menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan (a) Pola komunikasi yang terbentuk di komunitas APFAL dalam menghadapi teknologi digital cenderung menggunakan komunikasi kelompok dalam berbagai pertemuan seperti arisan, belajar bersama dan hunting.Dimana didalamnya disetiap individu melakukan interaksi komunikasi interpersonal kepada anggota yang dirasa lebih akrab atau dipercaya dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Komunikasi interpersonal dirasa lebih efektif digunakan karena informasi yang didapat lebih mendalam. Sedang untuk penyebaran informasi komunitas ini mengunakan pola komunikasi berantai dari satu anggota keanggota yang lain. (b) Apresiasi APFAL terhadap perkembangan teknologi digital dalam fotografi diapresaiasikan dalam bentuk program kegiatan berupa arisan, belajar bersama, dan hunting. Kata Kunci: Komunitas, Teknologi Digital, Pola Komunikasi, Apresiasi.