Abstrak


Penguatan karakter tanggung jawab melalui pola asuh demokratis (Studi di Panti Asuhan Yatim Putri „Aisyiyah Karanganyar)


Oleh :
Mulyani - K6409037 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penguatan karakter tanggung jawab melalui pola asuh demokratis, mengetahui faktor penghambat penguatan karakter tanggung jawab melalui pola asuh demokratis dan untuk mengetahui implikasi penguatan karakter tanggung jawab melalui pola asuh demokratis di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan terdiri dari: informan, observasi dan dokumen. Teknik sampling yang digunakan sampel bertujuan (purposive sampling). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Validitas data dengan menggunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Sedangkan Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif (interactive of analysis), yakni terdiri dari empat komponen utama yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penguatan karakter tanggung jawab melalui pola asuh demokratis, dilaksanakan melalui : 1) Pola asuh demokratis, 2) Pelaksanaan kewajiban, 3) Keteladanan, 4) Penanaman nilai-nilai agama. Dalam pelaksanaan penguatan karakter tanggung jawab melalui pola asuh demokratis mengalami hambatan yang berasal dari pengasuh maupun anak asuh hambatan tersebut meliputi pengaruh pergaulan anak asuh baik dari dalam maupun luar panti asuhan dan faktor pengasuh, dimana jumlah pengasuh tidak sebanding dengan jumlah anak asuh. Walaupun dalam pelaksanaan penguatan karakter tanggung jawab melalui pola asuh demokratis kurang maksimal namun bentun-bentuk tanggung jawab selalu diperlihatkan anak asuh dalam kehidupan sehari-hari, antara lain : 1) Tanggung jawab terhadap Tuhan, misalnya dengan melaksanakan ibadah shalat wajib, 2) Tanggung jawab terhadap diri sendiri misalnya menjaga kebersihan badan dan 3) Tanggung jawab terhadap Panti Asuhan, misalnya selalu menjaga nama baik Panti Asuhan.