Abstrak


Internalisasi nilai-nilai toleransi sebagai upaya meningkatkan integrasi sosial melalui forum persaudaraan bangsa indonesia (fpbi) di kota Surakarta


Oleh :
Supri Ariyadi - K.6409058 - Fak. KIP

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana pelaksanaan internalisasi nilai-nilai toleransi oleh Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) di Kota Surakarta, (2) Apa kendala yang dihadapi Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) dalam pelaksanaan internalisasi nilai-nilai toleransi di Kota Surakarta, (3) Bagaimana dampak internalisasi nilai-nilai toleransi terhadap peningkatkan integrasi sosial di Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari informan, tempat, peristiwa dan dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan wawancara, observasi serta analisis dokumen. Guna memperoleh validitas data digunakan trianggulasi data dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan tahap-tahap sebagai berikut: (1) Pengumpulan Data, (2) Reduksi Data, (3) Sajian Data, (4) Pengambilan Kesimpulan. Adapun prosedur penelitian dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Tahap Pra Penelitian, (2) Tahap Pekerjaan Lapangan, (3) Tahap Analisis Data, (4) Tahap Penyusunan Laporan Penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Pelaksanaan internalisasi nilai-nilai toleransi oleh Forum persaudaraan bangsa Indonesia (FPBI) kepada masyarakat Kota Surakarta menggunakan pendekatan penanaman moral, pendekatan ini digunakan oleh FPBI melalui penerapan strategi penguatan nilai toleransi yang telah dimiliki oleh masyarakat melalui berbagai kegiatan yaitu, gebyar seni persaudaraan, malam persaudaraan, dialog interaktif melalui radio, dan sosialisasi ke masyarakat. (2) FPBI masih mengalami berbagai kendala dalam melaksanakan internalisasi nilai-nilai toleransi, diantaranya keterbatasan anggaran, belum adanya sekretariat tetap, kualitas sumber daya pengurus yang masih perlu ditingkatkan, kesulitan mencari metode dan materi yang tepat, dan partisipasi masyarakat masih kurang. (3) Internalisasi nilai-nilai toleransi yang dilakukan oleh FPBI Kota Surakarta cukup memberikan pengaruh terhadap sikap toleransi masyarakat, meskipun pengaruh yang ditimbulkan bagi masyarakat Surakarta secara luas tidak begitu besar. Namun bagi masyarakat yang telah mengikuti kegiatan internalisasi nilai-nilai toleransi dari FPBI yaitu masyarakat di Kampung Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, masyarakatnya menjadi lebih toleran dan menghargai perbedaan sehingga berdampak pada peningkatan integrasi sosial, yang terwujud dalam hubungan interaksi masyarakat yang harmonis, adanya kegiatan-kegiatan sosial, dan adanya kerjasama antar anggota masyarakat yang berbeda etnis maupun agama.