Abstrak


Hubungan metode persalinan vacuum ekstraksi dengan kejadian baby blues syndrome


Oleh :
Pupus Ledysta - G.0010155 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Persalinan ekstraksi secara signifikan meningkatkan risiko trauma dan menjadi stresor bagi ibu. Faktor risiko baby blues salah satunya yaitu adanya komplikasi obstetri maupun proses persalinan, dimana faktor trauma berperan penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode persalinan vacuum ekstraksi dengan kejadian baby blues syndrome. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Poliklinik Rawat Inap Mawar 1 instalansi Obstetri Ginekologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Subjek penelitian melibatkan 50 pasien persalinan pervaginal yang diambil dengan metode purposive sampling fixed exposures. Masing-masing subjek diberikan penjelasan secara garis besar mengenai penelitian dan diminta untuk menandatangani lembar informed consent dilanjutkan dengan pengisian lembar identitas, questionnaire L-MMPI, dan blues questionnaire. Penelitian ini menganalisis tiga variabel independent yaitu metode persalinan, usia, dan penghasilan. Data dianalisis dengan uji Chi Square dan analisis regresi logistik ganda. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara metode persalinan vacuum ekstraksi sebagai faktor risiko kejadian baby blues syndrome. Besar risiko ibu dengan persalinan vacuum ekstraksi untuk mengalami kejadian baby blues syndrome 6.27 kali lebih besar dibanding ibu dengan persalinan spontan (0R = 6.27, IK 95% 1.61, 24.49, p = 0.008). Simpulan: Berdasarkan penelitian, persalinan dengan vacuum ekstraksi akan memiliki risiko mengalami baby blues syndrome 6.27 kali lebih besar dibandingkan persalinan spontan pervaginal. Kata kunci: vacuum ekstraksi, baby blues syndrome