Abstrak


Kajian Desain T-Shirt Clothing Distro Rown Division Solo Melalui Pendekatan Semiologi


Oleh :
Andri Nur Cahyo - C0909001 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

Latar belakang masalah penelitian ini menjelaskan fenomena maraknya fesyen tshirt clothing distro dikalangan anak muda, terutama di Solo. T-shirt, lewat desain visualnya, telah menjadi semacam alat yang digunakan untuk berkomunikasi. Bukan hanya mengenai perasaan dan suasana hati, tetapi juga nilai-nilai, keyakinan, dan ideologi suatu kelompok. Penelitian ini dilakukan di clothing distro Rown Division Solo dengan mengamati dan membaca visual t-shirt. Desain visual apa saja yang digunakan, bagaimana karakteristiknya, kemudian ditafsir sistem penandaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semiologi Barthes. Permasalahan yang dibahas adalah (1) Bagaimana retorika visual t-shirt produksi clothing distro Rown Division? Dan (2) Bagaimana sistem penandaan atau pemaknaan desain t-shirt Rown Division lewat studium dan punctum? Hasil penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut: Pertama, dengan menempatkan Rown Division sebagai produsen clothing, produk-produk yang dihasilkan mempunyai lima keunikan dan karakteristik. (1) eksklusif atau limited, (2) mengandalkan sentuhan desain grafis yang kuat, (3) visual yang simple, (4) prestige: mampu membangun rasa percaya diri pada pemakai, (5) universal: merupakan hasil karya kolektif yang didasarkan pada semangat kerja kolektif pula. Kedua, sebagai produsen tanda, Rown Division kerap mengambil tematema yang dijadikan desain visual dari fenomena-fenomena budaya yang tengah populer dikalangan anak muda. Ketiga, semua tanda yang diproduksi Rown Division dengan pengolahan ide, gagasan, dan teknis telah membentuk semacam realitas tersendiri. Realitas ini bersifat multitafsir, sehingga akan mempunyai makna atau tanda yang berbeda pada orang yang berbeda pula. Rown Division tidak lagi punya hak atas otoritas makna karena ia mempunyai kedudukan yang sama dengan orang lain, yaitu sebagai tamu. Dengan begitu mulailah lahirnya sang pembaca. Dimana setiap pembaca memegang peran penting karena telah ikut andil dalam memperkaya terbentuknya sebuah kebudayaan.