Abstrak


Tinjauan Yuridis Penggunaan Alat Bukti Saksi Anak Di Bawah Umur Dan Implikasinya Bagi Legalitas Pembuktian Perkara Penganiayaan (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1409 K/PID.SUS/2011)


Oleh :
Retno Bunga Widowati - E.0010297 - Fak. Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan yuridis penggunaan alat bukti saksi anak di bawah umur dan implikasinya bagi legalitas pembuktian perkara penganiayaanpada putusan Mahkamah Agung Nomor : 1409 K/Pid.Sus/2011. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum doktrinal atau normatif. Penelitian ini preskriptif dan terapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan dan putusan Hakim serta bahan hukum sekunder yaitu tentang buku-buku teks yang ditulis oleh para pakar hukum dan jurnal-jurnal hukum yang berkaitan dengan penulisan hukum ini. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan bahan hukum yaitu studi dokumen atau kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis bahan hukum dengan metode silogisme. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat bukti saksi anak di bawah umur sebagai sarana pembuktian perkara penganiayaan sudah memenuhi ketentuan KUHAP apabila keterangan saksi anak berhubungan dengan saksi yang disumpah maka keterangan tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah sedangkan apabila keterangan saksi tidak sama dengan keterangan saksi yang disumpah lainnya hanya dapat dijadikan sebagai keterangan tambahan dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi hakim. Dalam putusan Mahkamah Agung Hakim terlihat memperhatikan dan tidak mengabaikan keterangan saksi anak. Peran hakim sangat penting dalam menentukan bagaimana keterangan saksi anak dapat mempengaruhi dakwaan yang didakwakan terhadap terdakwa.