Abstrak


Aplikasi Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Schlumberger Untuk Identifikasi Akuifer Sebagai Sumber Air Tambahan Sawah Tadah Hujan Di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen


Oleh :
Eka Ayu Tyas Winarni - M.0210020 - Fak. MIPA

Identifikasi akuifer untuk sumber air tambahan sawah tadah hujan di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen telah dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Akuisisi data dilakukan pada 8 titik sounding dengan panjang lintasan tiap titik antara 250-400 m. Dari hasil akuisisi data diperoleh nilai resistivitas semu (?a), kemudian diinversi dengan software IPI2win untuk memperoleh nilai resistivitas sebenarnya, dan dibuat pemodelan penampang 2 dimensi dengan software Rockwork 15. Dari hasil interpretasi nilai resistivitas sebenarnya dari software IPI2win diperoleh lapisan akuifer dangkal pada kedalaman antara 2,23-27,60 m dengan ketebalan antara 2,42-70,70 m, dan akuifer dalam berada pada kedalaman 32,60-124 m dengan ketebalan antara 13,60-80,40 m. Dengan korelasi data curah hujan pada lokasi ini, dapat diperkirakan air tambahan yang diperlukan untuk pengelolaan sawah tadah hujan untuk setiap tahap pertumbuhan padi. Dengan mempertimbangkan debit air yang dapat dipompa dari akuifer adalah 20 l/s, waktu pemompaan yang dibutuhkan untuk setiap tahap pertumbuhan padi pada 1 Ha sawah tadah hujan setiap harinya adalah, ketika pengolahan lahan (40-106 menit), ketika fase pembibitan (0-25 menit), ketika fase primordial sampai berbunga (6,67-73,33 menit), dari fase berbunga 10% sampai berbunga penuh (6,67-73,33 menit). Selebihnya pada fase berbunga penuh sampai pemasakan antara 200 detik-70 menit. Setelah pemasakan sampai panen tidak dibutuhkan air tambahan.