Abstrak


Perubahan kadar gula darah pada pasien hipertensi pengguna beta-blocker


Oleh :
Baharudin Arif Fajar Karunia - M. 3511010 - Fak. MIPA

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan konsisten di atas 140/90 mmHg. Antihipertensi golongan Beta-blocker dapat berpengaruh terhadap kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan kadar gula darah pada pasien hipertensi pengguna Beta-blocker di rawat inap poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif. Pengambilan data diperoleh dari rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien rawat inap poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. Moewardi periode Juli – Desember 2013 dengan diagnosa hipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta, rentang usia ≥ 18 tahun, mendapatkan terapi obat Beta-blocker, dan terdapat salah satu data kadar gula darah (gula darah puasa, gula darah 2 jam setelah makan, atau HbA1c). Analisa meliputi pasien yang mengalami perubahan kadar gula darah setelah diberikan terapi Beta-blocker dengan melihat nilai HbA1c, gula darah puasa, atau gula darah 2 jam setelah makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Beta-blocker selama dua bulan terdapat perubahan kadar gula darah, yaitu kenaikan kadar gula darah puasa pada 11 pasien, gula darah 2 jam setelah makan pada 5 pasien, HbA1c pada 1 pasien, serta terdapat penurunan HbA1c pada 1 pasien dan kadar gula darah 2 jam setelah makan pada 1 pasien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Beta-blocker dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah pada pasien rawat inap poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. Moewardi.