Abstrak


Peningkatan kualitas air limbah tekstil dengan bahan organik sebagai multi soil layering


Oleh :
Amanda Kusuma Dewi - H. 0710007 - Fak. Pertanian

Kebutuhan air bersih yang makin meningkat juga berdampak pada sektor pertanian. Diperlukan suatu alternatif dalam memenuhi kebutuhan pengairan, salah satu caranya yaitu dengan pemanfaataan air limbah. Pemurnian limbah dari bahan alami mungkin dilakukan salah satunya dengan menerapkan metode Multi Soil Layering (MSL). MSL merupakan salah satu metode yang memanfaatkan kemampuan tanah sebagai media utama dengan mempertinggi fungsinya melalui struktur tanah untuk membersihkan limbah cair agar tidak mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi bahan organik sebagi adsorben alami serta mengetahui komposisi bahan yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca A Fakutas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan bulan Januari hingga Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jenis percobaan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis bahan organik, yaitu jerami padi (B1), ampas tebu (B2), serbuk gergaji (B3), serabut kelapa (B4), tongkol jagung (B5). Faktor kedua adalah dosis bahan organik, yaitu dosis 5% (P1), dosis 10% (P2), dan dosis 25% (P3). Parameter yang diamati adalah pH larutan, konsentrasi krom, kadar amoniak, kadar fosfat terlarut, dan pengamatan fisik (warna dan bau). Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA uji F taraf 5% dan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi bahan Multi Soil Layering yang tepat untuk dijadikan adsorben alami adalah MSL dengan bahan organik serbuk gergaji dengan dosis 10%. Multi Soil Layering dapat dipergunakan sebagai metode alternatif untuk melarutkan logam berat dengan cara yang efektif dan efisien. Penelitian menunjukkan bahwa bahan organik yang digunakan dapat menaikkan nilai pH, menurunkan kadar kromium, amoniak dan fosfat dan tetapi belum efektif untuk menurunkan BOD dan COD.