Abstrak


Hubungan antara tingkat maskulinitas Dengan perilaku prososial pada perawat Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soeroyo


Oleh :
Piti Pitayani - G. 0106014 - Fak. Kedokteran

Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan berperan dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk rumah sakit jiwa. Perawat adalah salah satu profesi di rumah sakit yang dituntut untuk memberikan pelayanan kepada pasien yang didasari oleh perilaku prososial. Namun, perilaku prososial tiap orang berbeda, tergantung situasi, karakteristik penolong, dalam hal ini termasuk karakteristik yang bersifat maskulin atau feminin, serta orang yang ditolong. Tindakan agresi fisik ataupun verbal, kompetisi antar perawat, dan individualisme merupakan beberapa hal yang dikeluhkan sebagian masyarakat ataupun rekan kerja. Hal-hal tersebut merupakan ciri karakteristik maskulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan negatif antara tingkat maskulinitas dengan perilaku prososial. Jumlah populasi penelitian sebanyak 430 perawat Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soeroyo Magelang dengan jumlah sampel 54 perawat yang diambil secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Skala Perilaku Prososial (validitas 0,320-0,854, reliabilitas 0,939), dan Bem Sex Role Inventory khusus pada ciri karakteristik maskulin (reliabilitas 0,86). Berdasarkan uji hipotesis dengan uji korelasi bivariate Pearso, disimpulkan bahwa tidak ada hubungan negatif antara tingkat maskulinitas dengan perilaku prososial pada perawat Rumah Sakit Jiwa Prof. dr. Soeroyo Magelang(r=0,181, p>0,05).