Abstrak


Analisis permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah


Oleh :
Arif Munandar - H. 0810022 - Fak. Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah, dan mengetahui elastisitas permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analitis, dengan teknik pelaksanaan pencatatan dan wawancara. Lokasi penelitian adalah Provinsi Jawa Tengah. Metode analisis data yang digunakan analisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan model fungsi analisis permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah Ln Q = -4,017-0,390 ln X1 + 0,125 ln X2 + 0,358 ln X3 + 0,008 ln X4 +1,199 ln X5 + 0,138 ln X6 + e. Model ini mempunyai nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,819, yang berarti 81,9% variasi variabel permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah sebagai variabel tak bebas dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas antara lain harga kedelai (X1), harga telur (X2), harga jagung (X3), jumlah impor kedelai (X4), jumlah penduduk (X5), dan pendapatan per kapita (X6) sedangkan 18,1% lainnya dijelaskan oleh variasi variabel diluar model. Uji F didapatkan nilai probabilitas signifikansi lebih kecil dari α = 5% (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel yang diteliti secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah pada tingkat kepercayaan 99%. Uji t menunjukkan bahwa variabel X1 dengan nilai signifikansi 0,001, X3 dengan nilai signifikansi 0,004, X5 dengan nilai siginifikansi 0,019, dan X6 dengan nilai signifikansi 0,030 secara individu berpengaruh nyata terhadap permintaan kedelai di Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian dapat disarankan kedelai dan jagung memiliki hubungan yang searah, dengan meningkatnya harga kedelai diharapkan masyarakat mau mengkonsumsi jagung. Pendapatan per kapita dengan permintaan kedelai mempunyai hubungan yang searah. Jadi diharapakan dengan pendapatan yang bertambah, daya beli konsumen serta selera dapat merubah konsumsi sumber protein dari produk kedelai ke sumber protein lain agar menekan permintaan kedelai sehingga impor kedelai di Provinsi Jawa Tengah menurun.