Abstrak


Efektivitas bioremedian dan konsorsia mikrob penyubur terhadap produksi dan kandungan timbal gabah di Karanganyar


Oleh :
Muslikhatun Mutmainnah - H. 0710072 - Fak. Pertanian

Kebutuhan beras di Indonesia selalu meningkat namun produksinya cenderung turun. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produksi beras adalah adanya bahan pencemar di lingkungan pertanian yang dapat berasal dari kegiatan industri maupun kegiatan pertanian itu sendiri yaitu penggunaan bahan agrokimia seperti pupuk dan pestisida yang kurang terkendali. Timbal (Pb) merupakan salah satu bahan pencemar yang sering ditemukan pada lahan pertanian. Lokasi penelitian yang dekat dengan wilayah industri dikhawatirkan tercemar logam berat dari limbah industri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioremedian dan konsorsia mikrob penyubur dalam meningkatkan pertumbuhan, hasil padi dan penurunan cemaran timbal dalam gabah serta mengetahui efektivitasnya dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2013 sampai Februari 2014 di Desa Waru dan Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar dan disusun berdasarkan rancangan perlakuan faktorial tersarang (Nested Design) dan rancangan lingkungan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) dengan 2 faktor yaitu varietas menurut lokasi, LV1 (Lokasi Kebak, varietas Ciherang), LV2 (Lokasi Waru, varietas Pepe) dan pemupukan P1 (Azolla 0,183 ton/ha, mikrob penyubur 0,56 ton/ha dan pupuk anorganik 50% dari standar petani), P2 (mikrob remedian 102,9 liter/ha, mikrob penyubur 0,56 ton/hadan pupuk anorganik 50% dari standar petani), P3 (Azolla 0,183 ton/ha, mikrob penyubur 0,56 ton/ha, mikrob remedian 102,9 liter/ha dan pupuk anorganik 50% dari standar petani), P4 (pupuk anorganik 50% dari standar petani), dari 2 faktor tersebut diperoleh 8 kombinasi dengan perlakuan pupuk tersarang pada lokasi/varietas dan diulang 3 kali. Uji kenormalam data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan analisis statistik dengan uji F, uji Kruskal Wallis, Tukey 5%, Mood Median 5%, uji Korelasi dan Regresi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi Azolla microphylla, mikrob remedian, mikrob penyubur dan pupuk anorganik efektif meningkatkan jumlah anakan sebesar 10,8% pada varietas Ciherang lokasi Kebak dan 22,5% pada varietas Pepe lokasi Waru dibandingkan dengan perlakuan pupuk anorganik saja. Hasil tertinggi pada LV1 (Lokasi Kebak, varietas Ciherang) dicapai pada P1 dengan jumlah anakan total (27,77), jumlah anakan produktif (19,71), gabah kering panen (GKP) (7,4 ton/ ha) dan gabah kering giling (GKG) (7,2 ton/ha). Hasil tertinggi pada LV2(Lokasi Waru, varietas Pepe) juga dicapai pada P1 dengan jumlah anakan total (35,64), jumlah anakan produktif (25,72), GKP (10,7 ton/ ha) dan GKG (8,4 ton/ha). P1 efektif menurunkan residu logam berat dengan tidak ditemukannya residu timbal pada gabah (0 ppm) baik pada LV1 (Lokasi Kebak varietas Ciherang) maupun LV2 (Lokasi Waru varietas Pepe).