;

Abstrak


Tingkat Respon Berdasarkan Taksonomi Solo Siswa Kelas Viii yang Mengalami Miskonsepsi Pada Topik Faktorisasi Suku Aljabar di Smp Negeri 5 Karanganyar pada Tahun Pelajaran 2013/2014


Oleh :
Fauzi Mulyatna - S851202023 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan miskonsepsi serta untuk mengetahui tingkat respon siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Karanganyar yang mengalami miskonsepsi tentang faktorisasi suku aljabar berdasarkan Taksonomi SOLO. Penelitian ini jenisnya termasuk penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus, yaitu penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut adalah tingkat respon berdasarkan Taksonomi SOLO siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Karanganyar yang mengalami miskonsepsi dalam materi faktorisasi suku aljabar.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Karanganyar. Kriteria pemilihan subjek utama penelitian adalah siswa tersebut pernah mempelajari topik mengenai faktorisasi suku aljabar dan diambil berdasarkan hasil dari tes dengan menggunakan teknik CRI serta atas dasar masukan guru. Data dalam penelitian ini berupa hasil jawaban tertulis subyek dalam menyelesaikan soal tes pemecahan masalah. Hasil dari jawaban tertulis tersebut menjadi data analisis awal dari peneliti. Data analisis awal dari jawaban tertulis subyek ini berupa deskripsi miskonsepsi yang dialami subyek beserta tingkat respon subyek berdasarkan Taksonomi SOLO pada masing-masing soal. Tingkat respon subyek kemudian direduksi hanya pada nomor soal yang ditemukan adanya miskonsepsi. Akhirnya diperoleh data tingkat respon subyek yang mengalami miskonsepsi berdasarkan Taksonomi SOLO. Data analisis awal ini juga sebagai acuan dalam melakukan wawancara. Wawancara merupakan klarifikasi dari jawaban tertulis subyek, sekaligus untuk menguatkan hal-hal yang menjadi temuan dalam data analisis awal. Hasil dari analisis jawaban tertulis subyek dan hasil dari analisis wawancara dengan subyek kemudian ditarik kesimpulan. Teknik validitas data perencanaan proses pembelajaran yang digunakan adalah triangulasi teknik, yaitu dengan tes pemecahan masalah yang kemudian diklarifikasi dengan teknik wawancara. 

Hasil penelitian ini adalah: 1) Miskonsepsi yang dialami oleh subyek: miskonsepsi dalam penggunaan tanda sama dengan (=), meliputi subjek salah dalam memaknai perintah dari kiri ke kanan serta tanda sama dengan (=) salah diinterpretasikan sebagai implikasi (⇒) untuk menunjukkan nama yang mewakili nilai dan perhitungan, padahal dengan hasil yang berbeda, miskonsepsi dalam operasi pengurangan bentuk aljabar, yaitu: miskonsepsi secara prosedural dalam menggunakan aturan ditributif dengan mengabaikan tanda negatif pada saat melakukan operasi pengurangan dalam bentuk aljabar, miskonsepsi dalam operasi perkalian bentuk aljabar, yaitu: miskonsepsi secara prosedural dalam menggunakan aturan ditributif dengan melakukan perkalian hanya pada suku pertama pada saat melakukan operasi perkalian dalam bentuk aljabar. 2) Tingkat respon subyek yang mengalami miskonsepsi berada pada level prastruktural, unistruktural dan multistruktural.

Kata Kunci: miskonsepsi, tingkat respon, Taksonomi SOLO