;

Abstrak


Profil Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah yang Berkaitan dengan Literasi Matematis Ditinjau dari Adversity Quotient (AQ)


Oleh :
Novia Dwi Rahmawati - S851202039 - Sekolah Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil siswa SMP dengan tingkat Cimbers, Campers, dan Quitters dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan literasi matematis berdasarkan langkah Polya.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan gabungan teknik stratified sampling dan snowball sampling. Subjek pada penelitian ini adalah 7 orang siswa kelas IX SMP Negeri 6 Surakarta, yang terdiri dari 3 orang siswa dengan tingkat climbers, 2 orang siswa dengan tingkat campers, dan 2 orang siswa dengan tingkat quitters. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik angket dan wawancara berbasis tugas yang dilakukan pada materi ruang dan bentuk pada literasi matematis level 3. Teknik keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi waktu dan menggunakan cakupan referensi. Teknik analisis data yang digunakan adalah konsep Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) siswa climbers dalam memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali jawaban memenuhi semua aspek yaitu aspek penalaran, argumentasi, komunikasi, pemodelan, koneksi, dan representasi; (2) siswa campers dalam memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali jawaban memenuhi semua aspek
yaitu aspek penalaran, argumentasi, komunikasi, pemodelan, koneksi, dan representasi. Akan tetapi dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah memenuhi aspek penalaran, argumentasi, komunikasi, pemodelan, koneksi, belum memenuhi aspek representasi, (3) siswa quitters dalam memahami masalah dan memeriksa kembali jawaban memenuhi semua aspek yaitu aspek penalaran, argumentasi, komunikasi, pemodelan, koneksi, dan representasi, akan tetapi pada membuat rencana pemecahan masalah memenuhi aspek komunikasi, pemodelan,
dan koneksi, belum memenuhi aspek penalaran, argumentasi dan representasi. Sedangkan pada melaksanakan rencana pemecahan masalah memenuhi aspek penalaran, argumentasi, komunikasi, pemodelan, koneksi, akan tetapi belum memenuhi aspek representasi.

Kata Kunci: Profil, pemecahan masalah, literasi matematis, langkah Polya, Adversity Quotiont (AQ)