;

Abstrak


Isolasi dan Identifikasi Bakteri Tahan Kekeringan Penghasil Eksopolisakarida Berpotensi sebagai Penghasil IAA dan Pelarut Fosfat pada Rizosfer Tanaman Kedelai (Glycine Max) di Kabupaten Wonogiri


Oleh :
Andhina Arum Puspita - S901208001 - Pascasarjana

ABSTRAK
Kekeringan merupakan salah satu masalah utama pertanian yang
membatasi produktivitas hasil pertanian di kebanyakan wilayah kering di
kecamatan Eromoko, Wuryantro, dan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Bakteri
dapat bertahan hidup di bawah kondisi yang tertekan karena produksi
eksopolisakarida. Sekelompok bakteri yang dapat ditemukan pada rizosfer, pada
permukaan akar tanaman dan bersatu dengan perakaran, menguntungkan dalam
peningkatan pertumbuhan tanaman dapat dikelompokkan sebagai plant growth
promoting rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
adanya bakteri tahan kekeringan penghasil eksopolisakarida berpotensi penghasil
IAA dan pelarut fosfat pada tanaman kedelai (Glycine max) dan menentukan
spesies bakteri berdasarkan gen penyandi 16S rRNA.
Isolasi bakteri dilakukan dengan metode spread plate pada media Nutrient
Agar dan pembiakannya pada media Nutrient Broth. Penurunan potensial osmotik
untuk penapisan bakteri toleran kekeringan mengikuti persamaan menurut Michel
dan Kaufmann (1973). Seleksi bakteri penghasil eksopolisakarida pada media
padat ATCC 14 dilanjutkan dengan pewarnaan kapsul. Bakteri potensi PGPR
dilihat dari IAA yang dihasilkan dan kemampuan melarutkan fosfat. Amplifikasi
gen 16S rRNA dilakukan dengan PCR menggunakan primer 63f dan 1387r.
Identitas bakteri ditentukan dengan mencocokkan kemiripan hasil sekuens DNA
dengan bakteri yang ada pada database di situs NCBI.
Hasil penelitian didapatkan 11 isolat bakteri toleran kekeringan penghasil
eksopolisakarida. Bakteri penghasil IAA dengan penambahan L-triptophan
1,0652ppm jumlah sedang 1 isolat dan 10 isolat dengan jumlah rendah. Bakteri
pelarut fosfat sebanyak 8 isolat. Identitas bakteri yang ditemukan, yaitu: Bacillus
sp, Bacillus licheniformis, Bacillus megaterium, dan Bacillus pumilus.
Kata kunci: Bacillus, tahan kering, eksopolisakarida, IAA, pelarut fosfat.
ABSTRACT
Drought is one of the main problems that limit agricultural productivity of
agriculture in most arid region in the Kecamatan Eromoko, Wuryantro, and
Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Bacteria can survive under stress conditions for the
production of exopolysaccharide. A group of bacteria that can be found in the
rhizosphere, on the surface of plant roots and united with rooting, beneficial in
improving plant growth can be classified as plant growth promoting rhizobacteria
(PGPR). This study aims to determine the presence of exopolysaccharideproducing
drought-resistant bacteria potentially producing IAA and solvent
phosphate on soybean (Glycine max) and determine the species of bacteria based
on 16S rRNA gene.
Isolation of bacteria carried by the spread plate method in order Nutrient
media and breeding in Nutrient Broth media. Decreased osmotic potential for
screening drought tolerant bacteria follow the equation according to Michel and
Kaufmann (1973). Selection of exopolysaccharide-producing bacteria on solid
media ATCC 14 followed by staining the capsule. PGPR potential bacteria views
of IAA produced and the ability to dissolve phosphate. 16S rRNA gene
amplification performed by PCR using 63F and 1387r. The identity of the bacteria
is determined by comparing the results of the DNA sequence similarity with
bacteria that exist in the database at the NCBI website.
The results showed 11 isolates of exopolysaccharide-producing drought
tolerant. IAA-producing bacteria with the addition of L-tryptophan 1,0652ppm
moderate number 1 isolates and 10 isolates with a low number. Bacteria
phosphate solvent as much as 8 isolates. The identity of the bacteria were found,
namely: Bacillus sp, Bacillus licheniformis, Bacillus megaterium and Bacillus
pumilus.
Keywords: Bacillus, drought resistant, exopolysaccharide, IAA, dissolve
phosphate.