Abstrak


Perubahan Serapan Air dan Kuat Kejut Beton Menggunakan Agregat Kasar Pecahan Genteng Berserat Alumunium Pasca Bakar dengan Variasi Waktu Rendaman Air


Oleh :
Hisyam Sibarani - I0110058 - Fak. Teknik

Salah satu kelemahan beton adalah memiliki berat isi yang tinggi, yaitu sebesar 2400 kg/m3. Untuk meringankan berat isi tersebut, maka digunakan pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar. Penambahan serat alumunium ke dalam campuran beton bertujuan meningkatkan nilai serapan air dan kuat kejut beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penurunan nilai serapan air dan kuat kejut beton, serta kekuatan maksimal yang dapat dipulihkan pasca kebakaran dengan metode water curing.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan pengujian di laboratorium yaitu dengan mencari nilai serapan air dan kuat kejut beton pra dan pasca bakar pada suhu 500o C, serta mendapakan data waktu minimal dengan pemulihan kekuatan yang maksimal beton pasca bakar. Pembakaran benda uji dilakukan di tungku laboratorium keramik Bayat, Klaten. Setelah dibakar dilakukan perawatan ulang dengan water curing.
Hasil penelitian pengujian serapan air pada menit ke 10+0,5 dan 24 jam pada beton tanpa serat aluminium pra, pasca bakar dan setelah mendapakan perawatan ulang selama 28 x 24 jam, 42 x 24 jam, dan 56 x 24 jam berturut-turut adalah 3,468% dan 9,096%; 4,889% dan 11,133%; 2,304% dan 7,435%; 1,503% dan 8,516%; 1,153% dan 4,841%. Untuk beton berserat aluminium nilai serapan air pada beton pra, pasca bakar dan setelah mendapatkan water curing sebesar 4,448% dan 11,336%; 5,656% dan 12,777%; 2,583% dan 10,548%; 2,195% dan 11,809%; 5,283% dan 9,654%. Hasil pengujian kuat kejut beton tanpa serat pada retak pertama dan runtuh total dengan perlakuan yang sama adalah 4079,00 J dan 4697,03 J; 1389,10 J dan 1618,65 J; 1536,25 J dan 1842,32 J; 2042,44 J dan 2254,34 J; 2095,42 J dan 2419,15 J. Sedangkan hasil pengujian kuat kejut beton dengan serat aluminium adalah 4585,19 J dan 5833,03 J; 2183,71 J dan 2401,49 J;
2230,79 J dan 2572,18 J; 2272,00 J dan 2678,13 J; 2260,22 J dan 2689,90 J. Berdasarkan hasil di atas penambahan serat aluminium hanya dapat meningkatkan kuat kejut beton. Pembakaran sampel mengakibatkan penurunan kekuatan karena terjadinya penguapan air beton dan terjadi dekomposisi pada senyawa CSH. Dengan dilakukan water curing dapat meningkatkan mutu nilai serapan air dan kuat kejut beton, karena terisinya kembali rongga-rongga kosong akibat penguapan air akibat pembakaran dan terbentuknya kriltal-kristal CSH baru yang berasal dari reaksi air curing ulang dengan semen yang belum terhidrasi pada beton tersebut.
Kata kunci : beton, pasca bakar, serapan air, kuat kejut, usaha, water curing.