Abstrak


Pengungkapan risiko perusahaan perbankan di Indonesia (Studi Kasus Perusahaan Perbankan Listing Pada Periode 2010 - 2013)


Oleh :
Dananjaya Perdana - F.0310019 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sejauh mana
pengungkapan risiko pada perusahaan perbankan dan faktor yang
mempengaruhinya. Mulai tahun 2009, Bank Sentral Indonesia mengharuskan
perusahaan perbankan untuk melakukan pengungkapan risiko yang terdiri dari
risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko kepatuhan,
risiko hukum, risiko reputasi, dan risiko stratejik. Penelitian ini menguji apakah
ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, dan kepemilikan manajemen
mempengaruhi pengungkapan risiko. Pengungkapan risiko ditunjukan dengan
indeks yang terdiri dari wajib dan sukarela.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perbankan yang terdaftar
dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010 sampai 2013. Metode
pengambilan sampel pada penelitian menggunakan purposive sampling yang
menghasilkan sejumlah 29 perusahaan perbankan. Metode analisis yang
digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas
memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan pada luas pengungkapan risiko
total. Sebaliknya, ukuran perusahaan memiliki hubungan positif dan signifikan
dengan pengungkapan risiko sukarela. Profitabilitas memiliki hubungan positif
tetapi tidak signifikan dengan pengungkapan risiko sukarela. Leverage dan
kepemilikan manajemen memiliki pengaruh yang positif pada luas pengungkapan
risiko total dan risiko sukarela. Leverage memiliki hubungan yang signifikan
dengan pengungkapan risiko total tetapi tidak signifikan dengan pengungkapan
risiko sukarela. Kepemilikan manajemen memiliki hubungan tidak signifikan
dengan pengungkapan risiko total tetapi dalam pengungakapan risiko sukarela
memiliki hubungan yang signifikan.
Kata kunci : pengungkapan, perbankan, ukuran perusahaan, profitabilitas,
leverage, dan kepemilikan manajemen.