Abstrak


Tindak Tutur dalam Serat Kalatidha dan Implikasinya dalam Falsafah Kehidupan Masyarakat Jawa di Surakarta, Suatu Kajian Pragmatik


Oleh :
Mulyoto - T 130908005 - Pascasarjana

Mulyoto. 2013. Tindak Tutur dalam Serat Kalatidha dan Implikasinya dalam Falsafah Kehidupan Masyarakat Jawa di Surakarta, Suatu Kajian Pragmatik. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembimbing: Prof. Dr. H. D. Edi Subroto (Promotor), Prof. Dr. H. Sumarlam M.S. (Ko-Promotor). ABSTRAK Penelitian yang berjudul “Tindak Tutur dalam Serat Kalatidha dan Implikasinya dalam Falsafah Kehidupan Masyarakat Jawa Di Surakarta Suatu Kajian Pragmatik” ini bertujuan untuk mengkaji tindak tutur Ranggawarsita di dalam Serat Kalatidha dengan strategi berpikir hermeneutik dalam perspektif holistik. Strategi berpikir ini dalam rangka untuk menemukan dan mengungkap makna dan maksud yang sesungguhnya tindak tutur Ranggawarsita dalam Serat Kalatidha tersebut dengan berpangkal pada kajian faktor-faktor objektif, genetik, dan afektif. Kajian faktor objektif untuk menemukan jenis-jenis tindak tutur dalam Serat Kalatidha beserta aspek-aspeknya seperti implikatur dan daya pragmatik, kesantunan, serta bentuk pelanggaran prinsip kerja sama. Kajian faktor genetik untuk mengetahui konteks situasi dan sosiokultural yang mendasari dan memengaruhi tindak tutur Ranggawarsita dalam Serat Kalatidha. Kajian faktor afektif guna mengetahui implikasi tindak tutur tersebut dalam falsafah kehidupan masyarakat Jawa, khususnya masyarakat Jawa di Surakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut kajian akan dilakukan berdasarkan metode simak, catat, dan wawancara mendalam. Teknik analisisnya dilakukan dengan teknik analisis interaktif dan teknik analisis kontekstual. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi usaha mereaktualisasi dan merevitalisasi nilai-nilai kepribadian asli yang sangat berguna bagi usaha pembinaan mental atau character building bangsa yang saat ini sedang mengalami degradasi. Dari penelitian ini ditemukan bentuk dan makna atau tujuan tindak tutur Ranggawarsita di dalam Serat Kalatidha. Temuan-temuan tersebut adalah pertama, bentuk tindak tutur yang ditemukan ada enam (6) jenis tindak tutur, yaitu (dari yang paling dominan) adalah tindak tutur ekspresif, verdiktif, direktif, asertif, komisif dan fatis. Tindak tutur performatif tidak ada di dalam tuturan Ranggawarsita ini. Hal ini membuktikan bahwa Ranggawarsita tidak ingin melibatkan masyarakat dalam menghadapi persoalan dengan rajanya. Beliau bukan tipe orang yang sok kuwasa, memanfaatkan kekuasaan, tetapi lebih merakyat. Kedua, tiga tindak tutur yang dominan adalah (i) tindak tutur ekspresif, yang mengekspresikan rasa sedih dan keprihatinan, (ii) tindak tutur verdiktif yang dimaksudkan untuk mengkritik dan menilai kebijakan penguasa, dan (iii) tindak tutur direktif yang bertujuan untuk memberi saran, peringatan, serta permohonan dan penyerahan diri kepada Tuhan. Hal itu menunjukkan bahwa Ranggawarsita dalam konteks sebagai pejabat yang terzalimi dan terpinggirkan ketika itu dalam keadaan sedih dan prihatin. Ketiga, tindak tutur ekspresif Ranggawarsita mengandung implikatur, daya pragmatik, dan sarat dengan pelanggaran prinsip kerja sama, terutama dari penguasa. Ranggawarsita sebagai pejabat yang terpinggirkan tetap berusaha menjaga prinsip-prinsip kerja sama tersebut. Keempat, implikatur dan daya pragmatik tindak tutur dalam Serat Kalatidha berimplikasi dalam falsafah kehidupan masyarakat Jawa di Surakarta dalam mendasari sikap kritis, inovatif, berkepribadian (berani mawas diri), demokratis, dan semangat nasionalisme yang tinggi. Kata kunci: Tindak tutur, Serat Kalatidha, Implikatur dan Daya Pragmatik, Implikasi Mulyoto. 2012. Speech act in serat Kalatidha, And Their implications in the Javanese Philosophy of Life in Surakarta (A Pragmatic Study). Supervisors I: Prof. Dr. H. D. Edi Subroto, II: Prof. Dr. H. Sumarlam, M.S.