Abstrak


Pengaruh Aktivitas Fisik Submaksimal Waktu Pemberiam Antioksidan Vitamin Dan Tingkat Kebugaran Terhadap Kondisi Otot


Oleh :
Kiyatno - - Fak. Kedokteran

Olahraga selain menimbulkan dampak positif bagi tubuh juga dapat menimbulkan dampak negatif terhadap otot antara lain perubahan kondisi otot atau kerusakan otot. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui perbedaan pengaruh utama ketiga variabel bebas aktivititas fisik submaksimal, waktu pemberian antioksidan vitamin dan tingkat kebugaran terhadap kondisi otot (2) mengetahui perbedaan pengaruh interaksi antara aktivitas fisik submaksimal, waktu pemberian antioksidan vitamin dan tingkat kebugaran terhadap kondisi otot. Jenis penelitian adalah kuantitatif memakai metode eksperimen dengan rancangan penelitian faktorial 2X2X2. Populasi penelitian mahasiswa FKIP JPOK semester III UNS Surakarta sebanyak 132 orang. Pengambilan sampel secara random sebesar 40 mahasiswa dibagi menjadi 8 kelompok masing-masing kelompok 5 mahasiswa. Aktivitas fisik sub maksimal terdiri dari waktu pendek (lari 800m) dan waktu panjang (lari 1500m). Waktu pemberian antioksidan vitamin terdiri dari sebelum aktivitas fisik dan sesudah aktivitas fisik. Tingkat kebugaran berdasarkan VO2maks, yang didapatkan dari test lari 1 mil, terdiri dari tingkat kebugaran rendah (di bawah rerata) dan tingkat kebugaran tinggi (di atas rerata). Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan pembacaan dokumen. Teknik analisis menggunakan uji ANA V A tiga jalan pada taraf signifikansi a = 0, 05 dilanjutkan uji Post Hoc dengan teknik Scheffe hila ada perbedaan. Uji Normalitas dengan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas dengan metode uji Bartlett. Hasil analisis data menunjukkan: (1). Terdapat perbedaan pengaruh antara aktivitas fisik submaksimal waktu panjang, dengan aktivitas fisik submaksimal waktu pendek terhadap kondisi otot (Fh 42, 63 > Ft 4, 15) Hasil Post Hoc menunjukkan kondisi otot pada aktivitas fisik submaksimal waktu panjang lebih baik dibanding aktivitas fisik submaksimal waktu pendek (F .Sceffe 42,603 > Ft.4,15 ; MDA 196, 600 >< 222, 830) (2). Terdapat perbedaan pengaruh antara waktu pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik dengan waktu pemberian antioksidan vitamin sesudah aktivitas fisik terhadap kondisi otot (Fh 22, 052 > Ft 4, 15). Hasil Post Hoc menunjukkan pemberian antioksidan vitamin sesudah aktivitas fisik kondisi otot lebih baik dibanding pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik (F.Sceffe 22,034 > Ft.4,15 ; MDA 193, 450 >< 225, 030) (3). Terdapat perbedaan pengaruh antara tingkat kebugaran rendah dengan tingkat kebugaran tinggi terhadap kondisi otot(Fh 61, 971> Ft 4, 15). Hasil Post Hoc menunjukkan tingkat kebugaran tinggi kondisi otot lebih baik dibanding tingkat kebugaran rendah (F .Sceffe 61,921 > Ft.4,15 ; MDA 200, 220 >< 218). (4) Terdapat interaksi antara aktivitas fisik submaksimal dengan waktu pemberian antioksidan vitamin terhadap kondisi otot (Fh 17, 892 > Ft 4, 15). (5). Terdapat interaksi antara aktivitas fisik submaksimal dengan tingkat kebugaran terhadap kondisi otot (Fh 12, 147> 4, 15) . (6). Terdapat interaksi antara waktu pemberian antioksidan vitamin dengan tingkat kebugaran terhadap kondisi otot (Fh 7, 819 > Ft 4, 15) (7). Terdapat interaksi antara aktivitas fisik submaksimal, waktu pemberian antioksidan vitamin dan tingkat kebugaran terhadap kondisi otot (Fh 11, Ill>: Ft. 4, 15) (8). Terdapat perbedaan pengaruh antara kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktu pendek, waktu pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik dan tingkat kebugaran rendah dengan kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktu panjang, pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik dan tingkat kebugaran rendah terhadap kondisi otot (Fh 113, 61 > Ft 5, 32) Hasil Post Hoc menunjukkan, aktivitas fisik submaksimal waktu panjang, waktu pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik dan tingkat kebugaran rendah kondisi otot lebih baik dibanding aktivitas fisik submaksimal waktu pendek, waktu pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik dan tingkat kebugaran rendah (F.Sceffe 113,593 > Ft.5,32 ; MDA 48, 420 >< 65, 870) (9). Tidak terdapat perbedaan pengaruh antara kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktu pendek, waktu pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik dan tingkat kebugaran tinggi dengan kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktu panjang, waktu pemberian antioksidan vitamin sebelum aktivitas fisik dan tingkat kebugaran tinggi (Fh 3, 96 < Ft 5, 32). (10). Tidak terdapat perbedaan pengaruh terhadap kondisi otot antara kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktupendek, waktu pemberian antioksidan vitamin sesudah aktivitas fisik dan tingkat kebugaran rendah dengan kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktu panjang, waktu pemberian antioksidan vitamin sesudah laktivitas fisik dan tingkat kebugaran rendah (Fh 1, 70 < Ft 5, 32) (11). Tidak terdapat perbedaan pengaruh terhadap kondisi otot antara kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktu pendek, waktu pemberian antioksidan vitamin sesudah aktivitas fisik dan tingkat kebugaran tinggi dengan kombinasi aktivitas fisik submaksimal waktu panjang, waktu pemberian antioksidan vitamin sesudah aktivitas fisik dan tingkat kebugaran tinggi (Fh 0, 79 < Ft 5, 32) Disarankan kepada atlet dan masyarakat pecinta olahraga, untuk meningkatkan prestasi olahraga dan tingkat kebugaran, setelah aktivitas fisik disarankan minum antioksidan vitamin untuk mencegah kondisi otot yang jelek atau kerusakan otot.