Abstrak


Eksperimentasi model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together (nht) dan think pair share (tps) dengan pendekatan scientific pada materi fungsi ditinjau dari gaya belajar siswa kelas viii smp negeri di Kabupaten Karanganyar tahun ajaran 2014/201


Oleh :
Hendry Putra - S.851308023 - Pascasarjana

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) manakah yang mempunyai hasil
belajar matematika lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif
tipe NHT dengan Scientific, model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan
Scientific atau pembelajaran klasikal dengan Scientific. (2) manakah yang
mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan gaya belajar
visual, gaya belajar auditorial atau gaya belajar kinestetik. (3) pada masingmasing
model pembelajaran, manakah yang mempunyai hasil belajar lebih baik,
siswa dengan gaya belajar visual, auditorial atau kinestetik. (4) pada masingmasing
gaya belajar, manakah yang mempunyai hasil belajar matematika lebih
baik, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan
Scientific, model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan Scientific atau
pembelajaran klasikal dengan Scientific.
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan desain
faktorial 3 × 3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP
Negeri di Kabupaten Karanganyar. Pengambilan sampel dilakukan dengan
stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 278
siswa dengan banyak anggota sampel untuk kelompok eksperimen 1 berjumlah 94
siswa, kelompok eksperimen 2 berjumlah 92 siswa, dan kelompok kontrol
berjumlah 92 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah
tes hasil belajar matematika dan angket gaya belajar siswa. Uji prasyarat analisis
data menggunakan uji Lilliefors untuk uji normalitas sedangkan untuk uji
homogenitas menggunakan uji Bartlett, dengan tingkat signifikansi (??) 5%
diperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi
normal dan homogen. Uji keseimbangan menggunakan uji Anava satu jalan
dengan sel tak sama, dengan tingkat signifikansi (??) 5% diperoleh kesimpulan
bahwa populasi pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam keadaan
seimbang. Analisis data menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama.
Hasil penelitian ini adalah (1) siswa yang dikenai model pembelajaran
kooperatif tipe NHT mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik dari
siswa yang dikenai model TPS dengan Scientific dan pembelajaran klasikal
dengan Scientific. Selain itu, siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif
tipe TPS dengan Scientific mempunyai hasil belajar matematika yang lebih baik
dari siswa yang dikenai pembelajaran klasikal dengan Scientific. (2) siswa yang
memiliki gaya belajar auditorial mempunyai hasil belajar matematika yang lebih
baik dari siswa yang memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik.
Selain itu, siswa yang memiliki gaya belajar visual mempunyai hasil belajar
matematika yang lebih baik dari siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. (3)
pada model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan Scientific, siswa yang
memiliki gaya belajar visual mempunyai hasil belajar matematika yang sama
dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial. Selain itu, siswa yang
memiliki gaya belajar visual dan gaya belajar auditorial mempunyai hasil belajar
matematika lebih baik dari siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. Pada
model pembelajaran kooperatif tipe TPS dan pembelajaran klasikal dengan
Scientific, siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik mempunyai
hasil belajar matematika yang sama. (4) pada siswa dengan gaya belajar visual
dan gaya belajar auditorial, model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan
pembelajaran klasikal dengan Scientific mempunyai hasil yang sama dengan
model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan Scientific. Selain itu, model
pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan Scientific mempunyai hasil belajar
lebih baik dibandingkan pembelajaran klasikal dengan Scientific. Pada siswa
dengan gaya belajar kinestetik, masing-masing model pembelajaran mempunyai
hasil belajar yang sama.
Kata kunci: NHT dengan Scientific, TPS dengan Scientific, hasil belajar, gaya
belajar.