Abstrak


Analisis Pelaksanaan Mutasi Guru pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jumantono Tahun 2008


Oleh :
Sidiq Purnomo - K7403181 - Fak. KIP

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Pelaksanaan mutasi pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Jumantono, (2) Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Jumantono. (3) Hal-hal apa saja yang menjadi penghambat dan cara mengatasinya dalam pelaksanaan mutasi pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Jumantono. Sesuai dengan tujuan penelitian tersebut, maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan bentuk kualitatif. Strategi penelitian ini menggunakan strategi penelitian tunggal terpancang. Dalam penelitian ini sumber pengumpulan data yang digunakan adalah informan, lokasi, arsip dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan Samplig. Penentuan sample guna dijadikan sumber data dengan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Mutasi atau pemindahan pada umumnya dimaksudkan menempatkan pegawai pada tempat yang setepatnya,. Kegiatan mutasi pegawai pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan. Karena itu setiap saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar bisa melakukan mutasi bila terjadi hal-hal yang memungkinkan untuk dilakukannya mutasi. Faktor penyebab mutasi diantaranya karena keinginan pegawai, pensiun, pindah kedaerah lain dan meninggal dunia. Untuk mengisi kekosongan jabatan karena faktor tersebut maka perlu dilakukan mutasi untuk mengisi jabatan yang kosong, yang dapat diisi pegawai dari luar Dinas maupun dari dalam Dinas sesuai dengan kebutuhan yang ada dilapangan. Namun prioritas utama adalah yang ada didalam Dinas. Hambatan yang muncul dari adanya mutasi adalah kurangnya pemahaman tentang mutasi, sehingga punya persepsi bagi pegawai yang dimutasi bahwa dimutasi itu adalah hukuman, sehingga pegawai tersebut merasa sungkan berada pada tempat kerja yang baru. Untuk mengatasi hambatan adalah dengan melakukan pembinaan dan sosialisasi tentang mutasi kepada pegawai atau guru yang dimutasi agar tidak mempunyai persepsi vi atau pandangan bahwa mutasi adalah suatu hukuman sehingga mereka tidak sungkan bila berada pada tempat atau jabatan yang baru terhadap rekan kerjanya. Manfaat dari adanya mutasi adalah dapat meningkatkan kinerjanya karena setiap orang akan mengalami kejenuhan pada tempat kerja sehingga kinerjanya akan menurun, maka untuk mengatasi kejenuhan yang dilakiukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jumantono adalah dengan mutasi agar ditempat yang baru merasakan suasana yang berbeda yang berdampak pada penyegaran sehingga kinerja dapat meningkat.