Abstrak


Demokratisasi mesir pasca husni mubarak sampai pasca muhammad mursi tahun 2011-2013 (studi kepustakaan)


Oleh :
Wahyu Ardianti Woro Seto - C.1010041 - Fak. Ilmu Budaya

Skripsi yang berjudul Demokratisasi Mesir Pasca Husni Mubarak sampai Pasca Muhammad Mursi tahun 2011- 2013 (studi kepustakaan) menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori demokrasi. Sepanjang sejarahnya, Mesir selalu dikuasai oleh presiden otoriter. Tahun 2011 revolusi Mesir berhasil menurunkan presiden Husni Mubarak, Mesir mengubah sistem negaranya berupa sistem demokrasi. Dua asas pokok demokrasi yaitu pemilu dan kebebasan hak asasi manusia. Tahun 2012 Mesir melaksanakan pemilu presiden yang dimenangkan oleh Muhammad Mursi. Kebebasan hak asasi manusia setelah adanya sistem demokrasi seharusnya mengalami perubahan, namun hak asasi di negara Mesir masih seperti pada rezim Husni Mubarak. Tahun 2013 terjadi revolusi kembali, pemerintahan Mursi dilengserkan oleh aksi demonstrasi dan kudeta militer. Saat aksi demonstrasi banyak terjadi pelanggaran hak asasi manusia. Adanya hal tersebut, sistem demokrasi masih jauh dari hakikatnya. Mesir masih mempertahankan sistem demokrasi berjalan di pemerintahannya, seharusnya Mesir mampu menghargai keputusan rakyat dalam menetukan pemimpinnya. Mesir mampu melindungi kebebasan hak asasi manusia. Kudeta adalah pelanggaran hak asasi manusia ,dan kudeta akan menghasilkan kudeta-kudeta baru. Tahun 2011- 2013 sudah terjadi revolusi selama dua kali, hal ini dapat mempengaruhi proses demokrasi di Mesir.
Kata Kunci: Demokratisasi, Mesir, Revolusi